Home News Update Binaragawan Ini Babat Alas, Pernah Berjuang dari Berbagai Profesi

Binaragawan Ini Babat Alas, Pernah Berjuang dari Berbagai Profesi

Semarang, 19/11 (BeritaJateng.net) – Pria yang bernama lengkap Ariadjie Wahyu Wibowo atau Adjie berhasil menyabet berbagai macam prestasi di bidang olahraga khususnya binaraga. Sederet prestasi ditorehkannya melalui bentuk tubuhnya yang berotot kekar.

Mulai dari juara Harapan II Kejurnas Victory kelas 70 kg, pada Agustus 2000 di Yogyakarta. Juara II Kejurda Binaraga se-Jateng kelas 65 kg, pada 25 April 2002 di Semarang. Juara II Kejurnas Binaraga Piala Gubernur Jateng, pada 23 Oktober 2002 di Yogyakarta. Juara harapan II Kejurnas Victory Gebyar Bugar Proklamasi kelas 75 kg, pada 22 Agustus 2004 di Yogyakarta.

Juara harapan II Kejurda Piala Rider, pada 6 Desember 2009 di Purworejo. Juara II Kejurda Liga Pabbsi kelas 65 kg, pada tahun 2011 di Semarang. Juara II Kejurnas Piala Bupati Sleman kelas 70 kg, pada 19 Mei 2012 di Yogyakarta. Hingga juara II Kejurnas Temanggung Cup kelas 70 kg, pada 25 November 2012 di Temanggung.

Adjie lahir di Semarang, 7 November 1972 dan telah menikah, saat ini tinggal di daerah Jragung, Karangawen. Untuk bisa berhasil menyabet serangkaian prestasi sekaligus sebagai Instruktur dan konsultan fitness, Adjie mengaku pernah mengalami situasi-situasi sulit.

binaraga

Lulusan D3 Unisbank tahun 1999 jurusan Manajemen Informatika ini menceritakan berbagai macam profesi yang pernah ia jalani, seperti security, dept collector, sampai menjadi marketing iklan di surat kabar pun pernah dilakoninya.

“Kalau fanatik pada jurusan kuliah saya dulu, untuk mencari kerja gampang-gampang susah. Jadi peluang apa saja yang ada saya masuki. Semuanya dalam rangka babat alas,” ungkapnya.

Pria yang kesehariannya begulat dengan fitness di Gardenia Swimming Pool (Bale Ajengan Resto) Gym, Jalan Plamongan Indah, Pedurungan ini dimasa-masa awalnya memiliki target mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON). Hanya saja dalam perjalanannya tidak semulus yang dibayangkan.

“Saya pernah disepelekan dan tidak dianggap dari juara 1 menjadi juara 2. Nah, dari situlah semangat saya menjadi menurun, sempat pudar dan hilang arah. Permainan yang seharusnya dinilai objektifitasnya di lapangan menjadi tidak ‘fair’,” ujarnya.

Di dunia olahraga yang awalnya belum bisa mencetak prestasi sampai babak final. Tapi lama-kelamaan Adjie mulai menyadari disanalah bidangnya, bisa menekuni binaragawan sampai mewakili Jawa Tengah di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Saya mengenal dan akrab dengan besi sudah sekitar 20 tahun. Selain itu ada faktor keturunan juga dari Ayah. Ayah saya pernah menjadi petinju bayaran. Dari tiga bersaudara, saya anak pertama yang menyukai olahraga bela diri,” jelas Adjie kepada BeritaJateng.net.

Ibunya pun membebaskannya memilih pekerjaan yang disukainya, yang terpenting bisa menopang kehidupan. Karena menurut Adjie semua hal memiliki proses. Adjie tidak bisa lepas dari Gardenia, Gardenia pun tidak lepas dari Adjie.

“Disini saya merasa menjadi icon, objek percontohan dari member-member fitness. Saya berusaha mencintai binaraga dan menjadikan fitness sebagai lifestyle,” ujarnya.

Menurutnya, lifestyle fitness di Semarang kurang daripada di Jakarta, karena daya beli masyarakatnya juga kurang. Dia menilai image Ade Rai sebagai binaragawan yang cukup tenar dan berusaha membumikan ‘fitness mania’ perlu dicontoh dan disosialisasikan.

Adji juga memiliki tips untuk menjadi binaragawan profesional maka harus membentuk badan sebagus mungkin. Tetapi juga jangan terpancang pada iklan atau wilayah kota kecuali iklan suplemen kesehatan dan setidaknya mencari sponsor yang bisa menambah profit.

“Saya sudah merasakan dan mengalami betul berbagai tahap. Dahulu, saat berfokus pada sponsor dan wilayah bukannya numpang nama tetapi malah ditumpangi,” ungkapnya.

Dunia fitness banyak dipandang orang dari minusnya. Namun dengan menyiasati, mendalami dan menggali potensi dari fitness bisa mengambil keuntungan. Contohnya, dari binaragawan yang menjadi member. Ada imbal balik dan saling mendukung, bisa juga sebagai bisnis dan mendapat profit. Selain itu juga menambah pengalaman tersendiri untuk mengenal berbagai macam karakter orang lain.

binaragawan

Sebagai contoh binaraga yang menerapkan pola hidup sehat, Adjie terlihat lebih muda. Hal itu karena dirinya menghindari makanan yang mengandung santan dan lemak.

“Boleh makan santan tetapi jangan sering-sering. Kurangi juga konsumsi minyak, gula dan garam. Dari segi kesehatan santan larinya ke kolesterol dan menimbulkan berbagai macam penyakit,” pesannya.

Kalau bisa nasi putih juga dikurangi dan banyak mengkonsumsi sayur berserat, buah, dan apabila ingin makan daging ayam sebaiknya bagian dadanya.

Dalam waktu dekat Adjie juga bakal mengikuti perlombaan dalam Final Kejuaraan Daerah se-Jawa Tengah. Awalnya dijadwalkan tanggal tanggal 6 Desember tetapi karena ada Pilkada jadi diundur 20 Desember 2015 di Gelora USM atau GOR Satria.

Instruktur fitness yang memiliki member hampir ratusan ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan sebagai membernya.

“Image sangar binaragawan itu bagi yang belum kenal. Kalau sudah kenal jadi kayak keluarga. Kita sering latihan hampir setiap hari, minimal seminggu sekali,” pungkasnya. (BJT01)