Home Hukum dan Kriminal Biarkan APK Terpasang, KPU Kota Semarang Dinilai Tidak Fair

Biarkan APK Terpasang, KPU Kota Semarang Dinilai Tidak Fair

611
Salah satu baliho besar pasangan calon walikota Semarang yang dibiarkan berdiri
Salah satu baliho besar pasangan calon walikota Semarang yang dibiarkan berdiri
Salah satu baliho besar pasangan calon walikota Semarang yang dibiarkan berdiri

Semarang, 9/9 (BeritaJateng.net) – Masih banyaknya baliho ukuran besar salah satu pasangan calon walikota Semarang terpasang di jalan protokol, beberapa warga menilai KPU ada kesengajaan membiarkannya dan dinilai tidak fair alias mendukung salah satu calon.

“Kayaknya ada unsur kesengajaan dari penyelenggara pemilu. Contohnya baliho disamping RSUP Kariadi di copot tapi yang di depan RSUP tidak dicopot, padahal kelihatan,” ujar Tulus, warga jalan Gergaji.

Dari pantauan BeritaJateng.net, unsur kesengajaan membiarkan baliho tetap berdiri juga ada di jalan Setia Budi. Mulai dari Jatingaleh, sebelumnya di daerah itu baliho tiga pasangan calon ada semua, tapi saat penertiban semuanya dibersihkan.

Tapi petugas gabungan seperti sengaja menyisakkan baliho salah satu pasangan tetap berdiri. Paling tidak ada dua titik yakni diantara lampu merah Ngesrep (Patung Kuda) sampai Banteng Raider. Setelah itu semua baliho bersih hingga Pudak Payung.

Petugas gabungan yang melakukan penertiban juga sepertinya sengaja membiarkan baliho besar berdiri di jalan MT Haryono tepatnya di depan Java Mall.

Menanggapi hal itu, panitia Pengawas (Panwas) Kota Semarang mengaku telah melakukan identifikasi masih ada puluhan baliho bergambar pasangan calon peserta pemilihan kepala daerah yang belum dicopot.

“Hasil identifikasi kami, setidaknya masih ada 30-an baliho berukuran besar, sementara yang kecil-kecil masih 200-an buah,” kata Ketua Panwas Kota Semarang M. Amin di Semarang.

Ia mengatakan Panwas memang tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK), tetapi sebatas mendampingi penertiban bersama dengan pihak-pihak terkait seperti Satpol PP, Kesbanglinmas, PJPR dan KPU.

Panwas, kata dia, bersama Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat, satuan polisi pamong praja (PP), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan sejumlah pihak terkait sudah melakukan rapat.

“Hasilnya, nanti akan dilakukan penertiban lanjutan terhadap APK yang masih terpasang, terutama baliho-baliho yang berukuran besar. Rencananya, pada 10 dan 21 September 2015,” katanya.

Menurut dia, panitia pengawas kecamatan (panwascam) dan panitia pengawas lapangan (PPL) juga akan dilibatkan dalam penertiban itu, terutama APK berukuran kecil di wilayah setempat.

“Kami akan mendampingi untuk menertibkan mana-mana APK yang tidak sesuai aturan. Umbul-umbul dan baliho kan tidak diperbolehkan karena akan difasilitasi oleh KPU Kota Semarang,” katanya. (BJ)

Advertisements