Home Ekbis BI Terus Dorong Pertumbuhan Sektor UMKM

BI Terus Dorong Pertumbuhan Sektor UMKM

bank indonesia

Semarang, 23/3 (BeritaJateng.net) – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah V Jateng-DIY terus mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tetap berkembang di tengah kondisi pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS.

“Sesuai dengan data empiris yang terjadi pada krisis ekonomi tahun 1997/1998, UMKM adalah sektor yang paham terhadap krisis dan bisa menjadi tulang punggung daerah,” kata Kepala BI Kanwil V Iskandar Simorangkir di Semarang, Senin.

Menurut data dari Bank Indonesia, hingga tahun 2014 jumlah UMKM di Jawa Tengah mencapai 3,8 juta usaha. Dari total tersebut bisa menyerap 7,8 juta tenaga kerja.

“Artinya, tenaga kerja produktif yang berhasil diserap oleh sektor UMKM adalah 49 persen dari total angkatan kerja yang ada,” katanya.

Oleh karena itu, untuk terus menumbuhkan sektor tersebut pihaknya kembali melakukan kerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga untuk melakukan penelitian mengenai UMKM melalui program Cemsed yaitu Center For Micro And Small Enterprises Dynamics.

Jika pada 2013 penelitian dilakukan di 10 kabupaten/kota se-eks karesidenan Semarang maka tahun ini kerja sama kembali dilanjutkan dengan objek penelitian di 11 kabupaten/kota se-eks karesidenan Kedu dan Pati.

“Meningkatkan info-info seputar komoditas lokal sangat perlu dikembangkan, dalam hal ini kami ingin membantu pemkab/pemkot dan pemprov, karena tujuan dilakukannya penelitian adalah agar hasil yang diperoleh bisa segera diinformasikan ke publik,” katanya.

Menurutnya, BI dan UKSW memperoleh apresiasi tinggi atas hasil penelitian tahun 2013 yang sudah disampaikan oleh mitra kerja di antaranya pemda dan pemprov. Oleh karena itu, kerja sama kembali dilanjutkan.

“Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjawab tantangan UMKM di setiap daerah. Sektor ini juga harus mempunyai ketahanan yang baik dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mendatang,” katanya.

Pihaknya berharap UMKM tidak hanya menjadi tumpuan pasar di sejumlah negara ASEAN tetapi juga bisa menjadi tumpuan bagi pasar di negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, Afrika, dan Australia. (ant/BJ)

Advertisements