Home Ekbis BI : Semester II Perekonomian Jateng Masih Melemah

BI : Semester II Perekonomian Jateng Masih Melemah

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Iskandar Simorangkir

Semarang, 7/9 (BeritaJateng.net) – Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Agustus 2015 menunjukkan bahwa keyakinan konsumen masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jawa Tengah melemah dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih berada dalam level optimis.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Iskandar Simorangkir, Senin (7/9) siang.

Menurut Iskandar, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Tengah pada Agustus 2015 menurun 6,5 poin menjadi sebesar 117,8.

“Pelemahan IKK tersebut didorong oleh penurunan pada komponen pembentuknya yaitu Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) menurun 5,7 poin menjadi sebesar 108,1 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) menurun 7,3 poin menjadi sebesar 127,4,” ungkap Iskandar.

Dari 4 kota yang disurvei, Lanjutnya, pelemahan IKK terjadi di kota Solo, Semarang dan Tegal yang tercatat menurun masing-masing sebesar 3,8 poin, 8,1 poin dan 13,2 poin dari bulan sebelumnya. Sementara, IKK kota Purwokerto tercatat meningkat 12,2 poin dari bulan sebelumnya.

“Tekanan kenaikan harga diperkirakan semakin melambat pada 3 bulan mendatang (November 2015). Hal ini terindikasi dari indeks ekspektasi harga yang turun 15,3 poin menjadi 167,7,” imbuhnya.

Penurunan tekanan kenaikan harga diperkirakan terjadi pada semua kelompok komoditas dengan penurunan indeks terbesar terjadi pada kelompok Perumahan, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Sandang (turun 24,1 poin), kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau (turun 23,8 poin), serta kelompok Bahan Makanan (turun 23,1 poin).

“Konsumen memperkirakan pada 6 bulan mendatang (Februari 2016,Red.) harga barang dan jasa secara umum juga akan mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari indeks ekpektasi harga dalam 6 bulan mendatang akan menurun menjadi 178,9 atau turun 5 poin (lihat grafik 5). Perkiraan penurunan tekanan harga 6 bulan mendatang dipengaruhi oleh permintaan yang kembali normal setelah Tahun Baru,” lanjutnya. (Bj05)