Home Ekbis BI : Perekonomian Jateng Mulai Stabil

BI : Perekonomian Jateng Mulai Stabil

Semarang, 26/1 (BeritaJateng.net) – Perkembangan Ekonomi Jawa Tengah kini mulai stabil dan Inflasi tak begitu signifikan mempengaruhi perekonomian di Jawa Tengah.

Hal tersebut diutarakan oleh Ananda Pulungan, selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, bahwa memasuki awal tahun 2016 ini tak mengalami inflasi yang cukup signifikan. Berbeda dengan tahun 2015 lalu, yang telah dilalui dengan cukup baik walaupun ada gelombang dari pengaruh ekonomi global.

Disampaikanya, bahwa menurut pandangan Bank Indonesia beberapa mitra-mitra kita masih mengalami krisis, dan ini sempat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Untuk Jawa Tengah pada awal triwulan pertama kondisi sangat baik perekonomiannya, pada triwulan kedua ekonomi cenderung agak turun dan pada saat sekarang ini sudah mulai agak membaik,” terangnya.

Lanjutnya, provinsi Jawa Tengah sangat menjaga kestabilitasan harganya sangat baik, dan pertumbuhan ekonomi Jateng saat ini terbaik diantara provinsi lainya.

“Inflasi di Jawa Tengah sangat terjaga sekali, maka daya beli masyarakat juga terjaga hingga saat ini. Beranjak 2016 ini pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah mencapai 0,99 persen, dan saat ini terhitung sudah bagus sekali karena inflasi tak begitu naik,” ucapnya.

Menurutnya, Kenaikan tersebut tergambarkan dari peredaran uang di Bank Indonesia, yang mana dihitung dari peredaraan masyarakat, dengan menggunakan uangnya untuk berbelanja.

Di 2016 ini, lanjut Ananda Pulungan, secara umum perkembangan harga cenderung menurun, seperti cabe, bawang dan lainya, namun ada beberapa harga seperti daging ayam dan bawang putih masih belum bisa turun harganya.

“Pada Januari masih terjadi inflasi namun masih kecil dan turun daripada bulan Desember lalu. Untuk perkiraan 0,3 hingga 0,5 persen tingkat inflasinya, dan ada diantaranya pengaruhnya yaitu harga daging ayam dan bawang putih tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah sangat membantu dengan adanya juga kebijakan baru pemerintah yaitu menurunkan harga gas dan listrik. “Dan untuk selanjutnya kita harapkan bukan hanya pemerintah saja yang dapat membantu perekonomian, namun dari pihak perbankan pun harus dapat membantu untuk menstabilkan perekonomian dengan segera menurunkan suku bunga di perbankan. Namun tentunya dengan perhitungan sesuai masing-masing perbankan,” tambahnya.(BJ06)