Home Ekbis BI : Pasca Lebaran, Penjualan Eceran Kembali ke Titik Normal

BI : Pasca Lebaran, Penjualan Eceran Kembali ke Titik Normal

571

bi

Semarang, 29/10 (BeritaJateng.net) – Survei Penjualan Eceran di Kota Semarang pada Agustus 2015 menunjukkan penjualan eceran mengalami penurunan setelah di bulan sebelumnya sempat mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil Agustus 2015 yang turun sebesar -17,5% (mtm) dari 227,3 di bulan Juli 2015 menjadi 187,6.

Deputi Direktur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Ananda Pulungan mengatakan, hampir seluruh kelompok penjualan menunjukkan indeks penjualan riil yang menurun kecuali kelompok bahan bakar kendaraan bermotor (27,2%) dan kelompok barang budaya dan rekreasi (19,7%).

Penurunan terbesar ditunjukkan oleh kelompok sandang (-31,5%) dilanjutkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau (-20,8%). Penurunan di bulan ini terjadi seiring dengan permintaan masyarakat yang kembali normal pasca lebaran.

Penjualan pada bulan September 2015 diperkirakan masih akan turun mendekati titik normalnya dengan perkiraan penurunan sebesar -1,0% (mtm).

Masih lesunya pemintaan domestik maupun ekspor karena belum membaiknya perekonomian global serta nilai tukar rupiah yang masih bergejolak diperkirakan menjadi faktor yang mengakibatkan penurunan penjualan tersebut.

Meskipun demikian, fenomena penurunan penjualan pada Agustus dan perkiraan penjualan bulan September lebih disebabkan oleh penyesuaian penjualan pasca lebaran. Secara triwulanan, Indeks Penjualan Riil di triwulan III 2015 relatif masih lebih baik dibanding triwulan II 2015.

Mayoritas responden masih optimis akan terjadinya peningkatan penjualan selama tiga dan enam bulan mendatang. Hal ini terlihat dari indeks ekspektasi penjualan riil pada tiga bulan mendatang yang naik dari 112,0 di bulan Juli 2015 menjadi 115,0 di bulan ini.

Ekspektasi penjualan ini mengindikasikan masyarakat masih optimis terhadap kondisi perekonomian ke depan. Mayoritas responden pedagang eceran juga memperkirakan tekanan harga pada tiga bulan mendatang secara umum akan meningkat.

Ekspektasi harga tersebut erat kaitannya dengan  terbatasnya persediaan barang yang cukup sesuai dengan permintaannya. Selain itu juga didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang natal dan tahun baru. (Bj)

Advertisements