Home Ekbis BI : Kegiatan Usaha di Jawa Tengah Dinilai Masih Meningkat

BI : Kegiatan Usaha di Jawa Tengah Dinilai Masih Meningkat

625
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 28/10 (BeritaJateng.net) – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kegiatan usaha di Jawa Tengah pada triwulan III-2015 menunjukkan pertumbuhan, namun melambat dibandingkan dengan triwulan II-2015.

Hal ini ditunjukkan dengan angka Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang tercatat sebesar 18,44%, lebih rendah dibandingkan dengan SBT triwulan II-2015 sebesar 36,80% dan SBT periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 26,68%.

SBT adalah selisih antara persentase responden yang memberikan jawaban “meningkat” dan yang memberikan jawaban “menurun” dikalikan dengan bobot sektor/subsektor.

Deputi Direktur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Ananda Pulungan mengatakan, sejalan dengan perlambatan dunia usaha, kapasitas produksi pada triwulan III-2015 sedikit mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Pertumbuhan kegiatan usaha terjadi pada seluruh sektor ekonomi, termasuk tiga sektor ekonomi utama di provinsi Jawa Tengah, yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, serta sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan investasi pada triwulan III-2015 mengalami peningkatan yang ditunjukkan melalui SBT sebesar 6,42%, lebih tinggi daripada periode sebelumnya sebesar 4,80%. “Hal ini mengindikasikan optimisme pelaku usaha,” imbuhnya melalui rilis.

Kondisi likuiditas dan kondisi rentabilitas perusahaan masih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Penggunaan tenaga kerja pada triwulan III-2015 mengalami pertumbuhan yang tercermin melalui SBT sebesar 2,75%.

Sementara itu, tekanan harga jual pada triwulan III-2015 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari peningkatan SBT dari 24,75% pada triwulan II-2015 menjadi 29,52% pada triwulan III-2015.

Kegiatan usaha pada triwulan IV-2015 diperkirakan akan mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan angka SBT sebesar 20,17%. Peningkatan kegiatan usaha diperkirakan terjadi di seluruh sektor, terutama sektor pertanian,  perkebunan,  peternakan,  kehutanan  &  perikanan dengan SBT sebesar 6,16%.

Secara umum responden memperkirakan kegiatan investasi dunia usaha masih tumbuh sebesar 5,82% pada triwulan IV-2015, meskipun pertumbuhannya lebih rendah daripada realisasi investasi triwulan berjalan sebesar 6,42%.

“Responden memperkirakan tekanan harga jual pada triwulan IV-2015 akan melemah akibat ketatnya persaingan produk sejenis yang tercermin melalui SBT sebesar 24,80%,” paparnya. (Bj)