Home Ekbis BI Gelar Pelatihan Ratusan Wartawan Ekonomi dan Keuangan Se-Indonesia

BI Gelar Pelatihan Ratusan Wartawan Ekonomi dan Keuangan Se-Indonesia

120
0
BI Gelar Pelatihan Ekonomi dan Keuangan Ratusan Wartawan Se-Indonesia

Jakarta, 20/11 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 580 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Pelatihan Wartawan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia 2017, Senin (20/11).

          Selama dua hari, (20-21/11) ratusan wartawan daerah mendapatkan materi ekonomi dan keuangan dari berbagai narasumber.
           Materi pertama yakni pengendalian inflasi daerah, hadir sebagai narasumber Deputi Bidang Koordinasi Ekinomi Makro dan Keuangan Islandar Simorangkir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Yoga Affansi dan Pengamat Ekonomi Samuel Sekuritas Lana Soelistyoningsih.
          Deputi Bidang Koordinasi Ekinomi Makro dan Keuangan Islandar Simorangkir mengatakan, peran media sebagai penyampai informasi dan kebijakan ekonomi kepada masyarakat sangatlah vital.
          “Media memiliki peran strategis dalam pengendalian inflasi daerah. Salah satu contohnya yakni ketika pemerintah berencana menghapus subsidi elpiji 3 Kg. Media banyak yang memberitakan, hal ini akhirnya memicu perilaku konsumtif berlebihan masyarakat mengantisipasi kenaikan dengan membeli sebanyak mungkin barang tersebut. Dari informasi media tersebut akhirnya terjadi kelangkaan elpiji 3 kg disejumlah daerah,” katanya.
          Padahal, lanjut Iskandar, faktanya rencana penghapusan subsidi elpiji 3 kg tahun ini tidak diterapkan.  Namun karena isu tersebut sudah terlanjur tersebar, yang dirugikan adalah masyarakat sebagai konsumen karena terimbas kelangkaan dan kenaikan harga yang sebenarnya bukan “penetapan” pemerintah.
          “Pemberitaan yang mengandung unsur memicu kepanikan, seperti adanya harga komoditas pangan yang melonjak tentunya berdampak pada psikologi masyarakat selaku konsumen. Publik akan memborong komoditas pangan dan dikhawatirkan berujung pada kelangkaan dan kenaikan harga yang lebih tinggi,” imbuhnya. 
 
          Untuk itu, Iskandar berharap agar media mampu mengolah berita dengan baik, akurat dan mampu menghadirkan suasana kondusif masyarakat. (El)