Home Lintas Jateng Bertani Dilahan Sempit, Teknik Verticulture Jadi Solusi

Bertani Dilahan Sempit, Teknik Verticulture Jadi Solusi

1208
Bertani Dilahan Sempit, Teknik Verticulture Jadi Solusi

Semarang, 18/12 (BeritaJateng.net) – Para petani yang mempunyai lahan sempit, saat ini mendapatkan solusi bercocok tanam dengan teknik Verticulture. Seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang bekerjasama dengan Bhumi Horta, melakukan pelatihan tanam berbasis verticulture di Desa Wisata Gondang bertempat dibalaidesa Desa Wisata Gondang Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, Minggu (16/12).

Mahasiswa Universitas Semarang (USM) bersama salah satu Founder Bhumi Horta Semarang Edi Gunawan melakukan pelatihan tanam Teknik Verticulture Paralon ( Vertilon ). Teknik Vertilon ini tentu sama dengan teknik Verticulture pada umumnya, hanya saja menggunakan paralon untuk meletakkan media tanam, selain gampang didapat pipa paralon juga mudah dibentuk sesuai dengan medianya.

Edi Gunawan mengatakan pelatihan tanam yang dilakukan didesa wisata gondang ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik bercocok tanam modern yang tidak membutuhkan banyak lahan pertanian serta lebih menghemat biaya dan mudah diterapkan.

Bertani Dilahan Sempit, Teknik Verticulture Jadi Solusi

“Sempitnya lahan pertanian sering menjadi alasan petani enggan bercocok tanam. Padahal dengan cara bertanam berjenjang (verticulture) seperti ini dapat menjadi peluang usaha agrobisnis bagi para petani,” ungkapnya.

“Kegiatan yang melibatkan taruna tani dari desa gondang ini memang sengaja dilakukan untuk meningkatkan minat para petani didesa gondang bercocok tanam dilingkungan tempat tinggalnya,” terang Inunk salah satu mahasiswa Universitas Semarang.

Sementara itu, Asrotun ketua Taruna Tani desa Gondang mengaku sangat senang dengan adanya pelatihan tanam yang dilakukan didesanya dan berharap kegitan seperti ini sering dilakukan agar dapat membantu masyarakat di pedesaan. Disamping itu Pelatihan Tanam yang dilakukan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang di desa Gondang ini, untuk menerapkan salah satu mata kuliah Management Public Relations guna meningkatkan aware publik secara internal di desa gondang.

Selain itu, mereka juga memperkenalkan wisata desa Gondang kepada masyarakat di luar desa gondang lewat media sosial yang ada seperti instagram, facebook dan whatsaap.

“Di harapkan setelah adanya pelatihan ini akan mampu memberikan makna kepada masyarakat di desa wisata Gondang untuk lebih mengoptimalkan hasil bumi yang dimiliki berupa sayuran, sehingga menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Semarang, serta meningkatkan perekonomian masyarakat di desa Gondang,” tambah Asrotun. (AK/El)