Home Headline Bersepeda Sambil Sosialisasi 3M, Ganjar Terpana Gambar Komunitas Sketcher

Bersepeda Sambil Sosialisasi 3M, Ganjar Terpana Gambar Komunitas Sketcher

137
Bersepeda Sambil Sosialisasi 3M, Ganjar Terpana Gambar Komunitas Sketcher

Semarang, 18/10 (BeritaJateng.net) – Kreativitas para pelukis sketsa (sketcher) dari Komunitas Semarang Sketchwalk ini patut diacungi jempol. Meski beberapa kegiatan rutin seperti menggambar di ruang terbuka secara bersama-sama dibatasi karena masih di masa pandemi Covid-19, mereka tidak kehabisan akal untuk berkarya. Bahkan karya-karya dari para sketcher itu membuat Ganjar terpana, saat bersepeda sambil sosialisasi wajib 3M di kawasan Kota Lama Semarang.

Ganjar mengingatkan komunitas untuk tetap menerapkan protokol kesehatan utamanya 3M saat beraktifitas. Mulai dengan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

“Wedian ik. Sampeyan seniman tenan mas, asli,” ungkap Ganjar saat melihat sebuah sketsa ukuran kecil karya salah seorang sketcher dari Komunitas Sketcher Bike yang ditemuinya di kawasan Kotalama Semarang.

Sebelumnya, Ganjar bersama istri Siti Atikoh Ganjar gowes keliling Kota Semarang sambil mensosialisasikan wajib 3M ke warga sekitar. Sesampainya di Kotalama, tepatnya di tepi Sungai Blerok, Ganjar menghentikan sepeda dan menghampiri sekelompok orang yang duduk bersila di pendestrian sambil memegangi kertas gambar. Sekelompok orang itu ternyata dari komunitas Sketchbikes yang sedang menggambar gedung PTP XV Jateng.

Saat mendekat, Ganjar langsung disodori sketchbook dan sebuah kaca pembesar. Ternyata di dalam sketchbook itu terdapat sebuah gambar sketsa ukuran kecil.

“Ini pelukis-pelukis yang menurut saya cukup nyeleneh. Lukisannya lucu, ini antara ‘ngenyek’ dan mau menampilkan karya yang luar biasa. Saya suruh pegang ini (kaca pembesar), berarti anda tahu maksudnya,” kata Ganjar.

Ratna Sawitri, Ketua Semarang Sketchwalk, mengatakan, komunitas Sketchbikes ini baru saja terbentuk. Tepatnya di tengah pandemi Covid-19 dan trend bersepeda yang terjadi di masyarakat. Komunitas ini merupakan bagian dari Semarang Sketchwalk yang memiliki agenda rutin menggambar sketsa di kawasan Kotalama Semarang.

“Ini baru terbentuk dan bagian dari Semarang Sketcwalk yang punya agenda rutin dua pekan sekali menggambar di Kotalama. Karena sekarang masih pandemi dan lagi musim bersepeda jadi kami bersepeda sambil nyeketch (menggambar). Masa pandemi ini buat acara melibatkan banyak orang kan sulit, ini saja yang ikut terbatas,” ucapnya.

Ratna menjelaskan, selama pandemi ini Semarang Sketchwalk juga menggelar pameran rutin dua pekan sekali di Tandok Art Space, Jalan Papandayan. Pameran itu digelar dengan memerhatikan protokol kesehatan wajib 3M. Karya-karya yang ditampilkan juga merupakan hasil respons sketcher terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

“Pameran itu juga kami angkat tema pandemi. Jadi kita sosialisasikan lewat karya, seperti ada karya wajib 3M harus pakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” jelasnya.

Di antara para sketcher itu, ternyata ada salah satu sketcher asal Jakarta yang ikut menggambar. Ia adalah Arya Ramania.

“Saya dari Jakarta, kebetulan sedang dinas di Semarang dan lihat ada komunitas di Semarang yang sedang buat acara ini, terus ke sini pagi-pagi. Lumayan dapat satu gambar,” katanya.

Perempuan yang tergabung dalam komunitas Indonesian Sketcher itu ternyata sudah menggambar di tempat-tempat yang dikunjungi. Sebelum menggambar di Semarang ia sempat keliling Ambon dan menghasilkan banyak karya.

“Menyenangkan bisa menggambar di sini. Ini Jadi salah satu cara menurunkan stress apalagi sekarang sedang pandemi Covid-19. Tapi sayang baru dapat satu gambar dan ini harus balik ke Jakarta. Kapan-kapan saya akan datang ke sini lagi dan menggambar di Kotalama lagi,” terang perempuan yang juga bekerja di salah satu Kementerian itu. (AK/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight + eighteen =