Home Headline Beroperasi Sejak 2012, Polisi Bongkar Sindikat Penipuan CPNS

Beroperasi Sejak 2012, Polisi Bongkar Sindikat Penipuan CPNS

591
Beroperasi Sejak 2012, Polisi Bongkar Sindikat Penipuan CPNS
       Semarang, 30/3 (BeritaJateng.net) – Aparat Polrestabes Semarang berhasil membongkar kasis penipuan dengan kedok menjanjikan pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah Kementerian dan Instansi Pemerintahan. Dari hasil kejahatan pelaku berhasil meraup keuntungan mencapai Rp. 4,9 Miliar.
         Para tersangka yang berhasil diamankan masing masing bernama Maria Endang S (59) warga Sendangmulyo, Tembalang, Heru Sucipto (59) warga Pedurungan dan Wimdu Wibowo (30) warga Sebandaran, Semarang Tengah.
         Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji menjelaskan saat ini baru 14 orang yang sudah melaporkan dengan total kerugian mencapai  4,9 Milliar. Diperkirakan korban Maria Cs diyakini masih banyak.
          “Sudah beroperasi sejak tahun 2012  korban mencapai ratusan, hanya saja baru 14 orang yang baru melaporkan total dengan kerugian mencapai  Rp 4,9 Milyard,” ujarnya  saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Kamis (29/3).
         Abi menambahkan, korban penipuan tersebut tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah saja, namun sudah merambah di luar pulau saja. Adapun modus yang dilakukan ketiga pelaku ini dengan menjanjikan korban menjadi Aparatur Sipil Negara atau PNS di berbagai Kementerian.
“Untuk yang berijazah SLTA pelaku mengenakan biaya sebesar Rp 150 Juta sedangkan untuk sarjana tarifnya mencapai 200 Juta,” imbuh Abioso.
       Untuk meyakinkan para korban, lanjut Abi, Maria Endang yang menjadi otak penipuan ini juga mengadakan pelatihan di kawasan Cikini selama beberapa hari. Setelah itu para korban diminta kembali ke asal daerah masing-masing sambil menunggu panggilan berikutnya.
         Namun karena tidak kunjung dipanggil akhirnya para korban ini mendatangi rumah pelaku untuk menagih janjinya. Saat ditagih janji Maria selalu berdalih kalau uang tersebut diberikan kepada anaknya bernama Wilis dan Simanjuntak yang mengaku sebagai orang kepercayaan di Kementrian.
        “Uangnya sebagian sudah saya serahkan kepada Wilis dan Simanjuntak, sebagian saya belikan rumah dan tanah,” ujar Maria dihadapan Kapolrestabes Semarang.
        Kini Polisi masih mendalami keterangan Maria, terkait penipuan ini. Tidak menutup kemungkinan Polisi juga akan menelusuri melalui Tindak Pidana Pencucian  Uang. Sementara ini Petugas Unit Ekonomi Sat Reskrim Polrestabes Semarang berhasil menyita barang bukti berupa Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh sejumlah kementerian yang diduga palsu.
         Hingga kini polisi masih memburu wisuda sunyoto alias wilis anak dari maria yang ditengarai pemberi surat keputusan pengangkatan palsu pns palsu untuk diserahkan kepada para korban.
          Atas perbuatannya ketiga pelaku dijerat pasal 378 mengenai penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Nh/El)