Home News Update Bermain di Kandang, PSIS Hanya Meraih Hasil Imbang

Bermain di Kandang, PSIS Hanya Meraih Hasil Imbang

593
0

Semarang, 10/4 (BeritaJateng.net) – PSIS Semarang harus puas meraih hasil imbang dengan skor 1-1, kala menjamu tim tamu PSS Sleman dalam laga persahabatan di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (9/4) malam. Meski hanya bertajuk friendly match, atmosfir pertandingan di dalam stadion bak laga final sebuah kompetisi bergengsi.

Seluruh tribun stadion penuh sesak oleh supporter kedua tim. Baik dari pendukung PSIS Semarang (Panser Biru dan Snex) maupun supporter tim tamu (BCS dan Slemania) saling sahut-sahutan dalam bernyanyi mendukung tim pujaannya.

Semangat ini untukmu, di sini kubanggakan selalu..,” demikian nyanyian pendukung PSIS yang terus bergemuruh disepanjang pertandingan.

Tak mau kalah, BCS (Brigata Curva Sud) kelompok supporter dari PSS Sleman dengan chant-chant ala supporter klub Eropa sanggup membuat supporter tim tuan rumah terdiam. Terlebih, saat tim yang didukungnya berhasil unggul terlebih dahulu.

Suasana riuh di tribun selatan stadion Jatidiri Semarang usai pertandingan
Suasana riuh di tribun selatan stadion Jatidiri Semarang usai pertandingan

Sementara itu, jalannya pertandingan pada awal laga, khususnya disepuluh menit pertama, terlihat monoton. Masing-masing kedua tim terlihat tak maksimal dalam menyusun serangan. Berulang kali, serangan yang dibangun selalu kandas.

Memasuki pertengahan babak pertama, tim tuan rumah mulai menguasai pertandingan. Berulang kali serangan dari tim Mahesa Jenar sempat merepotkan barisan pertahanan lawan. Hanya saja, kedisiplinan pemain belakang PSS Sleman, membuat serangan M Yunus dkk, berhasil dimentahkan.

Tercatat, peluang emas didapat beberapa pemain PSIS, salah satunya melalui pemain nomor punggung 10, Johan Yoga. Di menit 26′, Johan Yoga gagal memanfaatkan bola rebound. Sepakannya yang terlalu lemah mampu digagalkan kiper PSS Sleman, Syahrul Fadil.

PSIS justru kecolongan lewat gol PSS Sleman yang diciptakan oleh pemain nomor punggung 9, Tri Handoko melalui sundulan kepala. Publik Jatidiri pun sempat terdiam hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua permainan semakin menarik. Kedua kesebelasan bermain terbuka. Kondisi rumput lapangan yang licin usai diguyur hujan, membuat pemain kedua tim sering terjatuh tiap perebutan bola.

Pemain depan PSIS Semarang, Hari Nur membuat pendukung tuan rumah kembali bersorak lewat golnya pada menit ke 62′. Setelah itu, tempo permainan semakin tinggi. Sayang, hingga peluit panjang berbunyi, skor pertandingan tak berubah.

Hasil tersebut, membuat PSIS gagal revans, setelah di pertandingan sebelumnya, PSIS kalah telak 3-0 saat bermain di Stadin Maguwoharjo Sleman.

Kendati demikian, apresiasi pantas diberikan kepada pendukung kedua tim. Meski secara hasil tak memuaskan bagi supporter tuan rumah, hingga pertandingan berakhir tak ada gesekan apapun yang terjadi di dalam stadion. (Bjt02)