Berkeliling Stasiun Tawang, Anak-anak Diedukasi Cinta Kereta Api

Puluhan anak-anak diajak berkeliling dan menaiki kereta api, mereka juga diedukasi agar cinta kereta api.
     Semarang, 24/7 (Antara) – Puluhan siswa taman kanak-kanak dan anak yatim piatu diajak mencintai kereta api (KA) dengan memberikan edukasi secara teori maupun praktik mengenai bidang perkeretaapian.
     Mereka diajari langsung oleh manajemen PT KAI Daops IV Semarang mengenai pemesanan tiket, cetak tiket, “boarding pass”, hingga naik ke dalam rangkaian KA Argo Bromo, di Stasiun Tawang, Semarang, Senin.
     Tak hanya itu, berbagai profesi di bidang perekeretaapian juga dikenalkan kepada anak-anak, mulai masinis, kondektur, polisi khusus KA (polsuska), pengatur perjalanan KA, hingga teknisi khusus KA.
     Suasana berlangsung dengan menyenangkan dan bersahabat, serta banyak dari anak-anak yang langsung menunjukkan jari ketika ditanya yang ingin menjadi masinis, polsuska, ketika sudah besar nantinya.
     Setidaknya ada 25 anak yatim piatu dari Yayasan Al-Kahfi dan 50 siswa dari TK Yayasan Wanita Kereta Api (YWKA) yang diajak berpartisipasi dalam kegiatan untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN).
     Wakil Kepala PT KAI Daops IV Semarang Tamsil Nurhamedi menjelaskan kegiatan itu memang untuk memperingati HAN setiap 23 Juli, sekaligus mendekatkan dan mengakrabkan anak-anak dengan KA.
Berkeliling Stasiun Tawang, Anak-anak Diedukasi Cinta Kereta Api
Berkeliling Stasiun Tawang, Anak-anak Diedukasi Cinta Kereta Api
     “Ya, sebagai edukasi kepada mereka bagaimana KA itu. Apa saja profesi di KA, seperti masinis, kondektur, dan sebagainya. Kami ajak pula mereka langsung merasakan di atas KA,” katanya.
     Ia mengatakan kecintaan dan kepedulian terhadap keselamatan perkeretaapian memang harus ditumbuhkan sejak dini, salah satunya dengan mengajak melihat dan merasakan langsung bagaimana berada di KA.
     “Ternyata, animo anak-anak sangat besar. Banyak yang aktif bertanya apa saja seputar perkeretaapian. Kami memang berikan kesempatan untuk memberikan edukasi kepada mereka,” katanya.
     Termasuk pula, mengenai keselamatan perjalanan KA dengan tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang jalur KA karena bisa membahayakan diri sendiri, orang lain, dan perjalanan KA.
     “Bisa dilihat sendiri suasananya sangat menyenangkan. Memang kami ingin anak-anak ini makin ‘familier’ dan akrab dengan KA, apalagi mereka merupakan calon pengguna layanan KA,” katanya.
     Selain mengajak anak-anak ke stasiun dan merasakan naik KA, KAI Semarang juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Yayasan Al-Kahfi dalam peringatan HAN tahun ini. (el)

Tulis Komentar Pertama