Home Headline Berkedok Arisan, Kasmiyati Tipu Nasabah Hingga Ratusan Juta

Berkedok Arisan, Kasmiyati Tipu Nasabah Hingga Ratusan Juta

IMG-20150820-WA0040

Semarang, 20/8 (BeritaJateng.net) – Kasmiyati alias Endang (40) warga Jalan Bugen Utara RT 4 RW 3 Kelurahan Bangetayu Kulon, Genuk, Semarang diamankan tim Reserse Kriminal Polsek Gayamsari Semarang, Sabtu (15/8), lantaran diduga melakukan penggelapan dan penipuan berkedok arisan paket lebaran.

Tersangka memberikan iming-iming kepada sejumlah nasabahnya dengan keuntungan 20 persen yang dapat diambil tiap menjelang lebaran. Sebanyak kurang lebih Rp. 300 juta milik para nasabah telah digunakannya. Akibatnya, ratusan nasabah merasa tertipu. Hingga akhirnya, sebanyak tujuh diantara sekian nasabahnya melapor ke Mapolsek Gayamsari Semarang.

Menurut pengakuan tersangka, ibu dua anak itu sudah melakukan arisan paket lebaran ini sejak 3 tahun yang lalu. Ia mengaku menawarkan arisan paket lebaran itu kepada orang-orang dekatnya.

“Awalnya yang ikut masih sedikit. Tapi makin lama makin banyak. Omzet tiap tahun kurang lebih Rp. 600 juta. Sebanyak Rp. 300 juta belum saya bayarkan kepada nasabah, dan sudah 3 tahun ini saya jalankan,” ujarnya ketika ditanya sejumlah wartawan.

Kasmiyati menjelaskan dalam praktiknya, ia memiliki lima koordinator, yakni Monah, Yuni, Nanik, Imronah, dan Erna yang masing-masing bertugas mencari nasabah di berbagai wilayah yang ada di Kota Semarang.

“Ada tiga ratusan nasabah, yang tahu persis datanya ya koordinator tadi, karena yang megang tiap-tiap koordinator,” terangnya.

Menurutnya, uang arisan paket lebaran itu tidak hanya berupa uang, namun juga bisa diminta dalam bentuk barang (sembako) atau berupa parsel lebaran. Pembagian paket arisan lebaran ini sedianya dibagikan pada 13 Juni 2015 lalu. Namun, uang yang dikelola tersangka macet. Sehingga uang nasabah tidak bisa dibayarkan.

“Perputarannya mulai macet saat saya gunakan untuk membeli tanah dan rumah di kawasan Tlogosari Semarang. Saya mulai bingung dan tidak bisa membayar ke nasabah. Padahal sebelumnya lancar seperti biasa,” imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gayamsari, AKP Suharta mengatakan, pihaknya menindaklanjuti laporan dari korban dengan melakukan penyelidikan dan masih terus melakukan pengembangan lebih lanjut terkait kasus ini.

“Pelapornya sementara ada tujuh orang. Diduga masih banyak korban yang lain. Kerugian sementara Rp. 300 juta. Sedangkan lima koordinator yang diduga terlibat membantu dalam kasus ini juga akan diperiksa,” kata Suharta saat gelar perkara di Mapolsek Gayamsari, Kamis (20/8).

Lebih lanjut Suharta mengatakan tersangka akan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Mg-2)