Home Ekbis Berkebun Dilahan Sempit, Bukan Kendala

Berkebun Dilahan Sempit, Bukan Kendala

Walikota Semarang Hendrar Prihadi bersalaman dengan kelompok tani perkotaan.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi bersalaman dengan kelompok tani perkotaan.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi bersalaman dengan kelompok tani perkotaan.

Semarang, 12/1 (beritajateng.net) – Sempitnya lahan untuk bertani dan berkebun bukan lagi jadi halangan bagi masyarakat di wilayah perkotaan. Salah satu kelompok yang berkomitmen untuk menggalakan pertanian di kota Semarang adalah Petani Kota.

Petani kota merupakan kelompok independent yang didirikan Panji Nugroho, S.Sos seorang wirawasta yang peduli akan lingkungan.

“Tujuan berdirinya Petani Kota yakni menumbuhkan kesadaran masyarakat dan anak-anak kota akan pentingnya nilai manfaat lingkungan hidup. Sejalan dengan dengan misi pemerintah Kota Semarang yang meliputi berkebun sehat, berkebun cerdas dan berkebun hemat. Kelompok juga perkenalkan materi manfaat berkebun, persiapan bibit tanaman dan pembagian bibit gratis serta praktek menanam,” papar Panji.

Salah satu program yang menarik dan bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja ialah kegiatan berkebun dilahan sempit seperti pekarangan, maupun dilahan kosong pinggir jalan yang tidak difungsikan, baik menanam di polybag dan menggunakan pupuk dari kotoran ternak atau unggas.

Untuk menunjang program petani kota, pihaknya telah bekerjasama dengan instansi ketahanan pangan pemerintah kota Semarang serta UPTD.

“Kita sering adakan edukasi kepada anak-anak, khususnya taman kanak-kanak (TK) Dan Sekolah Dasar (SD), bahkan Dari fatayat NU Dan Universitas juga kerap kami beri edukasi,” ujar pria yang beralamatkan di jalan Bukit Cempaka IV/129 Blok Perum Sendang Mulyo Semarang.

Menurutnya, meskipun berada pada lahan sempit dan padat penduduk, masyarakat kota tetap bisa menanam dan berkebun, dengan polybag atau pot yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi maupun bisa dijual bila perolehan hasil panen banyak. (BJ05)