Home Ekbis Berkah Imlek Bagi Pengrajin Patung Dewa

Berkah Imlek Bagi Pengrajin Patung Dewa

Sumarno, pengukir patung Dewa yang mendapatkan berkah Imlek.

Sumarno, pengukir patung Dewa yang mendapatkan berkah Imlek.
Sumarno, pengukir patung Dewa yang mendapatkan berkah Imlek.

Jepara, 18/2 (BeritaJateng.net) – Tahun Baru Imlek menjadi keberuntungan tersendiri bagi pengrajin patung dewa di Sentral Ukir Mulyoharjo, Jepara. Satu diantarannya adalah Sumarno (45), pengrajin patung Dewa warga RT 5 RW 5, Mulyoharjo.

Di rumah Sumarno, para pekerja ukir sibuk menyelesaikan pesanan patung dewa. Beberapa pengukir terlihat memainkan tatah dan palu untuk menghasilkan pahatan berbentuk dewa sesempurna mungkin. Berbagai bentuk dewa dan dewi dengan beberapa ukuran yang tengah diselesaikan diantaranya dewa laut Sun Te Kong yang nampak gagah, panglima perang Kwan Kong dengan kesan garangnya, Dewi Kwan Im yang penuh welas asih, serta Dewa Pengemis yang bersahaja.

Sebagai pengrajin patung dewa, Tahun Baru Imlek menjadi berkah bagi Sumarno. Pesanan terus mengalir sejak Bulan Desember lalu.

“Sejak Bulan Desember pesanan mulai meningkat kisaran 30 persen. Sebagian besar pesanan dari klenteng-klenteng untuk ibadah tahun baru Imlek,” tutur Sumarno.

Sumarno menambahkan pesanan patung dewa datang dari beberapa kota besar di Indonesia, seperti Medan, Jakarta dan Surabaya. Sedangkan kawasan asia sebagian besar pesanan dari Malaysia dan China.

“Pesanan bukan hanya dari lokal Indonesia, namun juga dari beberapa negara asia, seperti Malaysia dan China,” Imbuh Sumarno.

Harga patung dewa milik Sumarno bervariasi, tergantung bahan dan besar kecilnya ukuran. Ukuran patung terkecil dijual dengan harga Rp 500 ribu, untuk patung ukuran 2,8 meter dibandrol Rp 25 juta hingga Rp 30 juta. Sedangkan patung ukuran 1,7 meter dihargai Rp 8,9 juta.

Seiring banyaknya pesanan patung dewa, Sumarno mengaku kekurangan tenaga pengukir. Hal itu karena daya minat pengukir di Jepara mulai berkurang.

“Sekarang ini tenaga pengukir sulit didapat. Anak-anak muda lebih memilih kerja di mebel karena kurang telaten,” pungkas Sumarno. (BJ18)