Home Kesehatan Berjaya Tahun 90-an, PB Rejomulyo Bakal Dihidupkan Kembali

Berjaya Tahun 90-an, PB Rejomulyo Bakal Dihidupkan Kembali

41
0
Foto bersama para mantan pemain PB Rejomulyo Semarang.

Semarang, 2/8 (BeritaJateng.net) – Pernah mencetak atlet-atlet bulutangkis berprestasi di tahun 90-an, alumni Perkumpulan Bulutangkis (PB) Rejomulyo Semarang berencana menghidupkan kembali salah satu klub badminton yang pernah berjaya ini.

             Hal ini disampaikan oleh Redi Nusantara, salah satu mantan pemain klub PB Rejomulyo, kemarin. Menurutnya, PB Rejomulyo berbeda dengan PB lainnya, karena anggota satu dengan yang lain mempunyai ikatan erat fan komunikasi yang baik.
             Untuk itu, jelas Redi Nusantara, sebagai langkah awal untuk menghidupkan lagi klub bulu tangkis PB Rejomulyo adalah akan digelar reuni akbar pada Sabtu (12/8) mendatang, pukul 17.00 hingga 22.00. Tempatnya adalah lapangan badminton Bangkong (samping RM Gama) Jalan MT Haryono Semarang.
              PB Rejomulyo Semarang mencoba bangkit lagi setelah hampir berusia 37 tahun, sejak pertama kali berdiri di era 1980-an. Redi yang juga merupakan ketua panitia reuni akbar mengungkapkan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mengenang kembali masa-masa kejayaan PB Rejomulyo kala itu.
              Meski nama PB Rejomulyo sempat vakum dalam dunia bulutangkis, namun jejak dan prestasi atlet-atlet yang dicetaknya tak lekang oleh waktu.  Banyak di antara anggota-anggota klub itu, yang punya prestasi mentereng di dunia bulu tangkis, baik tingkat lokal, nasional bahkan internasional,” jelasnya.
                 Beberapa nama yang sempat punya prestasi bagus di antaranya, Sandiarto, yang menjadi juara World Cup pada 1996 berpasangan dengan Minarti Timur. Kemudian ada pula Irawan, yang pernah berpasangan dengan legenda bulutangkis Indonesia, Ardy B Wiranatakusuma, pada era 1985-1992. Lalu ada pula Redi Nusantara dan Megatri Nusantara, yang juga malang melintang di dunia perbulutangkisan Nasional.
               “Pada masa itu, pemain-pemain PB Rejomulyo sangat disegani, karena banyak pemain-pemain bagus yang punya prestasi di dalam dan luar negeri. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan dengan bermacam-macam kegiatan, kami harus menghentikan sementara latihan rutin yang kami lakukan,” ujar Redi.
               Menurutnya, di reuni akbar Sabtu mendatang, pihaknya juga akan mengadakan tanding dan mencoba kembali lapangan bulu tangkis di lapangan Badminton Bangkong untuk mengenang masa-masa keemasan PB Rejomulyo.
              Sementara itu, Mega Tri Nusantara salah satu atlet bulu tangkis Nasional jebolan PB Rejomulyo mengatakan, PB Rejomulyo dulu didirikan oleh empat orang, yaitu Tan Keo Tioen, orang tuanya, Kho Hong Liang, Ong dan Sumadi. Dari keempat itu, nanti yang dipastikan akan hadir adalah orang tuanya. Karena tiga lainnya ada yang meninggal juga ada yang sudah di luar kota dan tidak memungkinkan untuk datang.
                “Beberapa mantan atlet yang memiliki prestasi baik nasional dan internasional juga akan hadir, seperti  Sandiarto, Irawan dan lain-lain,” kata peraih juara ketiga Kejurnas tahun 1990 yang saat itu juara pertamanyaadalah Susi Susanti.
              Dikatakan Mega Tri Nusantara, ada sekitar 100 anggota yang direncanakan ikut berpartisipasi di acara reuni akbar tersebut. “Kami berkeinginan untuk menghidupkan kembali klub ini, agar klub ini dapat bermanfaat bagi orang lain,” katanya. (El)