Home Lintas Jateng Berita Hoax Penggembokan Masjid At Taqwa Atas Perintah Yayasan Kristen

Berita Hoax Penggembokan Masjid At Taqwa Atas Perintah Yayasan Kristen

1819

 

*MUI : Sama Saja Adu Domba Dua Agama

Semarang, 2/2 (BeritaJateng.net) – Beredar info di sebuah media online jika Masjid At Taqwa yang berlokasi di Desa Ndelik Sari, Kecamatan Suokorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, digembok oleh pengurus RW setempat atas usulan sebuah yayasan Kristen.

Kabar tersebut dibantah oleh Ketua MUI Jateng Ahmad Daroji, bahwa kejadian penggembokan tidak ada. Bahkan tim MUI Jateng yang diwakili oleh MUI Kota Semarang langsung mengecek lapangan pada hari itu juga.

“MUI Kota Semarang langsung menuju Deliksari dan tak ada penggembokan tersebut, itu berita sangat provokatif terhadap kerukunan umat beragama di Deliksari dan Semarang,” katanya kepada BeritaJateng.net melalui sambungan telepon, Senin (1/2) malam.

Dikatakannya, Tim MUI kota Semarang sengaja diterjunkan mendadak bertepatan dengan jam shalat dhuhur, kedatangannya pun juga tak diinfokan kepada warga agar diketahui secara langsung kejadian yang sebenarnya.

“Kita datang dengan mendadak dan tak diketahui warga, terbuki tak ada aksi penggembokan Masjid At Taqwa. Malahan sedang berlangsung shalat dhuhir berjamaah dimasjid tersebut,” terangnya.

Sementara, Ketua Tim Advokasi Front Pembela Islam (FPI) Jateng Zaenal Abidin Petir yang sempat mendengar berita tersebut dan langsung mengecek isi berita di laman voa-islam.com. pihaknya beserta para anggota sempat marah besar bahkan sempat bertindak apa saja demi membebaskan masjid At Taqwa dari penggembokan tersebut.

“Beritanya tertulis atas suruhan yayasan Kristen kepada Ketua RW 6 Deliksari Sukorejo untuk menggembok masjid, kita marah besar dan hampir bertindak membebaskan masjid apapun yang terjadi,” bebernya melalui salurah telepon juga.

Namun, sebelum bertindak Zaenal Petir pada hari itu juga menghubungi Camat Gunungpati, Bambang Pramusinto, untuk mengecek kejadian penggembokan tersebut. Tak puas satu sumber, ia juga menghubungi Kapolrestabes Semarang untuk kembali mengecek kelapangan.

“Camat Gunungpati melalui Lurah Sukorejo dan Kapolrestabes melalui Kasat Intel mengecek lapangan juga dan info yang didapat ternyata tidak benar ada penggembokan masid,” terangnya kembali.

Diperoleh info, jika yang terjadi bukanlah penggembokan masjid atas perintah yayasan Kristen. Zaenal juga menegaskan jika Ketua RW 6 Deliksari tak menggembok tapi mengunci pintu masjid lantaran sering terjadi pencurian kotak amal dan masjid kerap dimasuki hewan liar seperti anjing dan kucing, karena letak desa Deliksari jauh dari pemukiman warga sekitar.

“Saya langsung telepon ketua RW 6 namanya pak Supangat, dia itu muslim bahkan salahsatu takmir masjid At Taqwa jadi berita itu keliru besar dan sangat provokatif. Saya minta voa-islam.com untuk meralat berita dan meminta maaf secara terbuka, atau menghapus berita hoax dilaman http://m.voa-islam.com/news/christology/2016/01/31/42024/masjid-di-semarang-digembok-atas-usulan-yayasan-kristen/ ,” tegasnya.

Zaenal juga mendatangi lokasi masjid pada Senin (1/2) pagi, dirinya juga dihubungkan dengan narasumber berita online yakni warga Deliksari atas nama Ridlo, narsum tersebut mengatakan ada penggembokan dan umat muslim tak bisa melakukan ibadah di masjid At Taqwa karena digembok atas perintah yayasan Kristen.

Dikatakan Zaenal, jika Ridlo ternyata bukanlah warga Deliksari, ia adalah musafir yang singgah di Deliksari dimana sengaja mendatangi Deliksari dengan membawa program pengadaan air bersih untuk warga dan masjid.

“Ridlo adalah warga yang singgah di masjid untuk program pengadaan air bersih warga dan masjid dari Muallaf Senter Islam (MSI), ia sudah minta maaf dan menyatakan jika berita tersebut salah dan sepenuhnya kesalahan tersebut adalah dari media online tersebut. Ia hanya merasa kesulitan saat mau shalat di masjid karena dikunci, padahal kunci oleh ketua RW ditaruh diatas pintu masjid,” katanya.

Terkait pemberitaan online yang keliru tersebut, Zaenal Petir dan Ahmad Daroji menghimbau kepada umat muslim jangan terprovokasi. Apalagi berdasar pengamatannya disana telah tercipta kerukunan umat beragama yang rukun dan erat antara umat muslim dan nasrani.

Justru Zaenal Petir malah menemukan fakta jika daerah Deliksari sangat kekurangan air bersih baik untuk kebutuhan warga sehari-hari atau untuk kebutuhan wudhu di masjid At Taqwa.

“Sekarang saya justru menghimbau kepada pemerintah kota Semarang, untuk membangun sarana air bersih di Deliksari, warga disana menderita sekali kekurangan air hanya mengandalkan sumber mata air yang sedikit bahkan akan habis jika musim kemarau,” tukasnya. (Bj)

Comments are closed.