Home News Update Beredar Rumor Upaya Perlambat Proses Pencoblosan Di TPS Semarang

Beredar Rumor Upaya Perlambat Proses Pencoblosan Di TPS Semarang

286
Tinjauan TPS di Semarang

Semarang, 17/4 (BeritaJateng.net) –  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, jika sebelum pencoblosan tersebar rumor, jika ada sekelompok orang dari salah satu Pasangan Calon (Paslon) Pilpres berupaya untuk memperlambat proses pencoblosan.

Rumor itu diungkapkan oleh pria yang akrab disapa Hendi, saat meninjau dan mengecek secara langsung di TPS 14 di Jalan Kalimas, Kelurahan Sumurejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (16/4).

“Gini Pak, ada rumor nih akan ada sekelompok orang dari salah satu calon akan memblokir TPS. Saat pemilihan yang seharusnya satu orang mencoblos tiga menit, jadi tujuh menit. Itu kalau mengantisipasinya gimana? Biar nggak molor pencoblosannya sampai tujuh jam?” tanya Hendi kepada Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) 14 Amir Fachrudin saat kunjungan.

Fachrudin pun menjawab; “Sudah kami kooordinasi dan kami antisipasi semalam pak dalam rapat. Kita akan mempercepat dan memperlancar pencoblosan, kalau lambat akan kita tegur,” ujar Fachrudin.

Hendi pun mengacungi jempol kepada KPPS tersebut dan menghimbau, jika setiap pemilih sebisa mungkin untuk dipantau saat proses pencoblosan. Kecuali, jika yang mencoblos itu adalah seorang Manusia Lanjut Usia (Manula) harus di dampingi.

“Saya rasa hampir separuH orang yang datang ke TPS sudah punya pilihan. Saya rasa teman-teman PPS paham.

Hendi mengaku jika di tiga TPS yang ditinjaunya hari ini, sudah dua kali KPPS yang dipertanyakannya upaya untuk mengantisipasi rumor yang sudah tersebar tersebut. Hal ini dilakukannya untuk mengantisipasi dan mencegah sekelompok orang yang ingin memperlambat atau mengulur-ulur waktu pencoblosan tersebut.

“Ini TPS ketiga saya mulai tanya di TPS kedua tadi yang saya datangi. Mereka punya keberanian menegur. Nggak marah marah to mas? Mboten to mas?” ungkapnya.

Hendi mengaku, jawaban dari dua KPPS yang telah menyatakan sekali mencoblos hanya memerlukan waktu tiga menit sampai lima menit ini meyakinkan dirinya jika Kota Semarang akan aman dan terhindar dari rumor yang sampai saat ini dikhawatirkannya itu.

“Jadi saya rasa teori (memperlambat proses pencoblosan) itu tidak akan bisa diterapkan Kota Semarang,” pungkas Hendi. (El)