Home Ekbis Berdayakan UMKM, Alfamart Bentuk Kemitraan dengan Warung-warung Kelontong 

Berdayakan UMKM, Alfamart Bentuk Kemitraan dengan Warung-warung Kelontong 

 

Semarang, 23/11 (BeritaJateng.net) – PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk atau Alfamart menyatakan komitmennya untuk memberdayakan kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama warung-warung kelontong.

“Visi kami memang berorientasi kepada UMKM. Makanya, kami membentuk kemitraan dengan warung-warung kelontong di sekitar gerai Alfamart,” kata Marketing Director Alfamart Ryan Alfons Kaloh di Semarang, Minggu.

Hal tersebut diungkapkannya usai kegiatan jalan sehat yang digelar Alfamart di Balai Kota Semarang yang diikuti sekitar 8.000 orang sebagai rangkaian dari program Semarak Ulang Tahun Ke-16 Alfamart.

Ryan menjelaskan program kemitraan itu menyasar toko-toko kecil, bukan toko besar karena prinsipnya memang ingin memberdayakan dan memajukan sektor UMKM ritel agar bisa bersaing kompetitif.

“Jadi, kami bukan hanya menjual dengan menyuplai barang. Namun, juga membina dan ‘ngajari’ mereka (UMKM., red.),” katanya, didampingi Branch Manager Alfamart Cabang Semarang Basuki Rakhmat.

Ia menjelaskan selama tiga tahun terakhir ini memang terjadi perubahan yang sangat pesat, termasuk dalam bidang ritel, seperti berkembangnya bisnis “online” yang mampu menyaingi bisnis konvensional.

Menurut dia, para pelaku usaha ritel harus mampu mengikuti perkembangan itu, apalagi pola konsumen juga cenderung berubah sehingga harus mampu menyesuaikan apa yang diinginkan konsumen.

“Prinsipnya, ritel ke depannya akan semakin dekat dengan masyarakat. Makanya, pelaku usaha ritel harus bisa menyesuaikan perkembangan. Kami selama ini juga selalu mengikuti perubahan,” katanya.

Penyesuaian dengan pola konsumen, kata dia, tidak hanya dilakukan Alfamart, tetapi juga dibekalkan kepada para pengusaha warung-warung kelontong agar mereka juga bisa mengikuti perkembangan bisnis ritel.

“Berbisnis sekarang ini tidak bisa lagi seperti dulu. Manajemen sangat penting sehingga kami melatih kalangan UMKM ini mengenai pengelolaan keuangan dan barang, ‘packaging’, dan ‘display’,” katanya.

Kalau pengusaha warung-warung kelontong masih mengandalkan cara lama dalam berdagang, kata dia, akan semakin ditinggalkan konsumen, apalagi jika manajemennya tidak dilakukan secara baik.

Sementara itu, Branch Manager Alfamart Cabang Semarang Basuki Rahmat menyebutkan sekarang ini setidaknya ada 4.000 pelaku usaha UMKM, khususnya pemilik warung kelontong yang menjadi mitra.

“Mereka semua tersebar di berbagai wilayah di area Alfamart Cabang Semarang, seperti Demak, Kendal, dan sebagainya. Jika mereka tenyata lebih maju dan berdaya saing, ya, memang itu tujuannya,” pungkasnya. (Bj/ant)