Home Ekbis Berdayakan Sektor Ritel, Alfamart Rangkul Wirausaha Mikro

Berdayakan Sektor Ritel, Alfamart Rangkul Wirausaha Mikro

61
0
Direktur Pengembangan Bisnis - Hans Harischandra Tanuraharjo

              Surakarta, 28/8 (BeritaJateng.net) – Pada Sabtu, 26 Agustus 2017 diselenggarakan one day workshop Rembuk Nasional “Kebijakan Pemerataan Ekonomi Dalam Rangka Menurunkan Kemiskinan” dan FGD “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sektor Ritel Dalam Rangka Pemerataan Ekonomi” berlangsung dengan semarak.

             FGD yang dihadiri para undangan dari berbagai kalangan seperti pejabat kementerian dan direktorat terkait, Gubernur Jawa Tengah, pimpinan perguruan tinggi dan SMK serta pimpinan perusahaan BUMN dan swasta yang terkait.

             Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan dibuka dengan key-note speech oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution berlangsung di Hotel Best Western Premiere, Solo Baru, Jawa Tengah.

          Dalam sesi FGD “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sektor Ritel Dalam Rangka Pemerataan Ekonomi” – PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk – perusahaan jaringan distribusi ritel Alfamart dan Alfamidi melalui Direktur Pengembangan Bisnis, Hans Harischandra Tanuraharjo – memaparkan program pemberdayaan usaha mikro Outlet Binaan Alfamart yang sudah berjalan sejak tahun 2007 yang memiliki lebih dari 47,300 outlet binaan dan meluncurkan program barunya di tahun 2017 ini, yaitu Warung Warga – usaha swakelola bagi pengusaha mikro di bidang ritel.

           Diharapkan “Warung Warga” ini membuka peluang usaha secara mandiri (swakelola) sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui sektor ritel dalam rangka pemerataan ekonomi nasional.

              “Program Outlet Binaan Alfamart Warung Warga ini merupakan komitmen Alfamart dalam pemberdayaan masyarakat dengan bermitra dengan para wirausaha mikro di sekitar gerai Alfamart. Para wirausaha mikro seperti warung rombong, kios, dsb dapat meng-upgrade usahanya dilakukan standarisasi sarana dan prasarana, distribusi barang dengan harga khusus dan dilengkapi dengan layanan PPOB (Payment Point Online Billing),” terang Hans Harischandra.

               Program “Warung Warga” ini,  tambahnya, ditujukan bagi masyarakat yang ingin menjadi wirausaha mikro baru di sektor ritel atau wirausaha mikro yang sudah memiliki usaha sebelumnya, bisa meningkatkan kapasitas, tampilan dan kinerja usahanya melalui program Outlet Binaan Alfamart yang didukung dengan pelatihan manajemen ritel dan pendampingan usaha serta didukung program kepemilikan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

             Hans Harischandra menambahkan, selain Outlet Binaan Alfamart dan Warung Warga; selama ini Alfamart juga melakukan kemitraan usaha dengan para pemasok UKM lokal yang ingin bekerjasama dengan Alfamart.

              “Di sini hadir juga sebagai nara sumber, Bu Hajah Enong Nurjanah yang sudah berhasil dalam program kemitraan dengan Alfamart. Dalam beberapa tahun ini usaha beliau berkembang pesat,” terangnya.

              Bu Hajah Enong merupakan salahsatu mitra Alfamart dalam memasok produk makanan kecil yang kini sudah tersebar di berbagai daerah.  Di tahun 1990an, modalnya dulu cuma tepung terigu sebanyak 1 kilogram dan bumbu-bumbu seadanya.  Keripik itu dijajakan sendiri dan sebagian dititipkan di warung tetangga.

               “Kini perjuangannya berbuah manis.  Permintaan akan produknya yang diberi nama Ratu Barokah terus mengalir. Merambah ke ritel-ritel modern di beberapa daerah. Termasuk di tahun 2007, ketika ia memperoleh bimbingan dari manajemen Alfamart, berupa perbaikan kemasan produk yang menarik, baik dan higienis. Hasilnya? Hampir di setiap gerai Alfamart saat ini kita bisa menemui produk Bu Hajah Enong seperti Keripik Pisang, Makaroni Panggang dan Pilus Keju yang dikemas khusus dengan label Alfamart,” pungkas Hans Harischandra. (Bj/el)