Home News Update Berdayakan Remaja Masjid, Kemenag Gelar Seminar

Berdayakan Remaja Masjid, Kemenag Gelar Seminar

Semarang, 12/11 (BeritaJateng.net) – Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Tengah untuk pertama kalinya menggelar seminar yang bertema wawasan kebangsaan dengan judul ‘Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Pembina Remaja Masjid Agung atau Masjid Raya Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf’ di Hotel Metro Semarang, Kamis (12/11).

Diikuti sedikitnya ada 50 peserta yang terdiri dari pengurus masjid besar se-Jawa Tengah. Ada yang dari perwakilan pengurus masjid Salatiga, Grobogan dan lainnya.

Kepala bidang Penaiszawa Kantor Wilayah Kemenag Jateng, Drs. H. Ahyani., M. SI dalam kesempatan tersebut membahas ‘Kebijakan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah tentang Pembinaan Pemuda dan Remaja’. Sementara itu hadir pula sebagai narasumber, Kodam IV Diponegoro, Ananta Wira., S. Sos yang membahas mengenai ‘Program Bela Negara’. Ananta menjelaskan jika agama merupakan doktrin yang harus dicerna secara rasional.

Dia mengatakan pemuda dan pengurus masjid diundang agar memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. TNI seharusnya memiliki peta untuk menunjukkan masjid-masjid daerah mana saja yang mengkhawatirkan atas kasus terorisme. Teroris tidak sama dengan Islam.

“Teroris bukan pula identik dengan sorban, jenggot, baju putih menjulang, dan aktivis masjid. Kita tidak boleh hanya melihat tanpa memahami. Etika moral harus ditanamkan orangtua pada anak. Tugas orang tua mengingatkan anaknya jika melakukan kekeliruan atau kebiasaan yang buruk,” terang Ananta.

Masalah bela negara masih memerlukan penjelasan dan sosialisasi kepada masyarakat lebih dalam lagi.

“Masing-masing pekerjaan memiliki peran dalam membela negara,” imbuhnya.

Ananta juga menjelaskan jika Tentara sudah masuk masjid bahkan ada yang menjadi khatib, dan yang saat ini dapat dilihat adalah Tentara Manunggal Masuk Desa (TTMD).

“Bahkan pada tiap-tiap kabupaten ada 5 personil. Terutama pada lokasi yang rawan, seperti daerah Solo dan Kudus ada 20 personil yang ditugaskan sebagai kader bela negara,” terangnya.

Sementara itu, Ketua MUI Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji., M. Si dalam kesempatan tersebut membahas mengenai ‘Reaktualisasi Semangat Resolusi Jihad 22 Oktober 2015’. Ahmad Darodji mengingatkan bahwa hubungan ulama dan umara (pemerintah) harus terjalin harmonis. Dia berharap kepada kaum muda agar menjadi calon-calon ulama masa depan. Mencintai tanah air merupakan sebagian daripada iman. Kemerdekaan harus diperjuangkan, karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan negara sekuler, melainkan negara yang berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

Darodji juga mengingatkan kepada pemuda masjid untuk tidak melupakan sejarah.

“Pemuda tidak boleh merubah dan merekayasa sejarah serta mengisi kemerdekaan untuk hari esok yang lebih baik,” ujarnya.

Di negara ini, dilihat dari tingkat kesehatan, pendidikan dan kemampuan ekonomi, umat islam masih lemah.

“Aktualisasi diri dengan mengisi kemerdekaan dan jangan sampai waktu kita habis hanya untuk gadget. Pada prinsipnya kita yang menggunakan teknologi bukan teknologi yang menggunakan kita,” jelasnya.

Pada sesi penutupan, ketua panitia, Rofiq Budi mengapresiasi pemuda masjid yang telah hadir dan mengusulkan ada pertandingan olahraga dan perlombaan seni (Porseni) remaja masjid.

“Ini masih usul, untuk bisa disepakati, berdasarkan teori civil society, saya merasakan betul sebenarnya pemuda masjid yang swasta maupun LSM lebih kuat daripada pemerintah. Pemuda masjid adalah masyarakat yang berdaya dan mampu mengadakan porseni sendiri. Sebab di unit lain, sebenarnya mudah diadakan,” ungkap Rofiq.

Rofiq juga mengajak agar pemuda masjid tidak hanya meminta.

“Jika sudah benar, mari berdayakan remaja masjid untuk membina umat. Ini adalah untuk umat. Porseni remaja masjid,” tuturnya.

Walaupun kecil, lanjut Rofik, dalam membangkitkan kembali remaja. Remaja pemuda masjid harus kita gerakkan. (BJT01)