Home Headline Berbekal Surat Kuning, Pencuri ini Ngaku Gila Agar Bebas dari Jeratan Hukum

Berbekal Surat Kuning, Pencuri ini Ngaku Gila Agar Bebas dari Jeratan Hukum

352
Berbekal Surat Kuning, Pencuri ini Ngaku Gila Agar Bebas dari Jeratan Hukum.

Semarang, 20/3 (BeritaJateng.net) – Petualangan Hantoro (50), warga Plantaran Kaliwungu Kendal terhenti setelah berurusan dengan Aparat Polsek Semarang Barat. Ia ditangkap di Rumah Makan Padang Bunga Tanjung Jalan Subali Raya Semarang Barat, Sabtu (9/6) pukul 01.30 dini hari.

Pelaku ditangkap setelah melakukan dua aksi pencurian di lokasi yang berbeda, yakni memcuri dompet berisi uang Rp 1 juta di Jalan Subali Raya Kelurahan Krapyak Semarang Barat dan sepeda motor Yamaha Vixion H 3000 AY dan ponsel Samsung Galaxy di Jalan Sri Kuncoro Kelurahan Kalibanteng Kulon Kecamatan Semarang Barat di hari yang sama.

Meski sempat mengaku gila dan menunjukkan kartu gila atau surat kuning. Polisi tidak begitu saja melepaskannya. Untuk memastikan jeratan hukum, pelaku yang di bawa ke Rumah Sakit Jiwa Amino Gondo Utomo Semarang. dari hasil pemeriksaan terhadap kejiwaan, pelaku dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Berbekal Surat Kuning, Pencuri ini Ngaku Gila Agar Bebas dari Jeratan Hukum.

“Begitu kita amankan karena dia menunjukkan kartu kuning kemudian dia bilang saya gila. Untuk kasus ini memang agak lambat karena Kita harus melakukan observasi di rumah sakit jiwa, untuk menentukan proses selanjutnya. Dari hasil observasi tersangka dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkap Akp. Sutarno, Kanit reskrim Polsek Semarang Barat saat gelar perkara.

Dari hasil penyelidikan polisi pelaku sudah melakukan aksi kejahatan sebanyak 15 kali di Polsek Semarang Barat tiga diantaranya di laporkan ke polisi.

“Di Semarang banyak sekali, setiap Polsek mungkin ada enam sampi tujuh TKP. Kebanyakan tidak mau laporan karena setiap tertangkap dia menunjukkan kartu. Di Semarang Barat ada sekitar 15 TKP, namun yang melapor hanya tiga,” ujarnya.

Pelaku biasa melancarkan aksinya saat siang dan menjelang subuh.

“Modusnya mencari kelengahan. Dia untung-untungan kalau menurut dia aman, dia masuk. Kalau kepergok pura-pura minta rokok atau minum,” tambahnya.

Sementara dari pengakuan Pelaku pencurian Hantoro, hasil pencurian digunakan untuk berfoya foya. Biasanya menyasar pintu rumah yang terbuka dan kunci sepeda motor yang masih menempel.

“Motor yang saya ambil kuncinya nempel, motornya ada di ruang tamu. Kalau tidak saya tidak bisa, uang hasil mencuri saya gunakan ke lokalisasi untuk seneng-seneng,” ujar Hantoro.

Hantoro merupakan pelaku pencurian hampir di Seluruh wilayah mulai Kendal, Semarang bahkan hingga Demak. Dari setiap aksinya pelaku selalu lolos setelah mengaku gila dan menunjukan kartu kuning, dan sempat viral di media sosial.

Sebelumnya pelaku juga sempat berurusan dengan Aparat Kepolisian di Kendal dan menjalani hukuman.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Pelaku terancam hukuman kurungan maksimal tujuh tahun penjara. (Nh/El)