Home DPRD Kota Semarang Berbekal Rp7.000, Lilik Nekat Jalan Kaki Blora-Semarang

Berbekal Rp7.000, Lilik Nekat Jalan Kaki Blora-Semarang

3193
0
Lilik, nekat berjalan kaki dari Blora hingga Semarang untuk menyampaikan aspirasi terkait Stadion Kridasana yang terbengkalai dan tak pernah dibenahi.

Semarang, 14/3 (BeritaJateng.net) – Lilik Yuliantoro (28), pemuda asal Blora, Jawa Tengah rela berjalan kaki dari tempat tinggalnya menuju Semarang untuk memperjuangkan persepakbolaan daerahnya.

Ditemui di Balai Kota Semarang, Rabu malam, warga RT 5/RW 1, Karangjati, Desa Ketangar, Blora, berkalung kertas bertuliskan “Aksi Jalan Kaki Jilid 2 Blora-Semarang” itu tengah beristirahat.

“Saya ke Semarang pengen ketemu Pak Ganjar (Gubernur Jateng, red.). Pengen Stadion Kridosono Blora diperbaiki. Alhamdulillah, tadi kebetulan sudah ketemu Pak Ganjar di jalan,” katanya.

Ia menceritakan kondisi Stadion Kridosono Blora yang dibangun sejak 51 tahun lalu sekarang ini sudah sangat tidak terurus dan rusak parah ditumbuhi rumput-rumput liar yang sangat tinggi.

“Pada 2015, sempat ada pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Blora berupa tribun. Namun, masih kurang layak,” katanya, sembari menunjukkan foto-foto kondisi terkini Stadion Kridosono.

Diakuinya, dirinya bersama Saminista, kelompok suporter tim Persikaba Blora sempat beberapa kali menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Blora, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan respons.

“Makanya, saya jalan kaki ke Semarang pengen ketemu Pak Gubernur untuk menyampaikan aspirasi. Alhamdulillah, tadi Pak Gubernur menyambut baik dan langsung menyampaikan ke Pak Bupati,” katanya.

Aksi jalan kakinya kali ini bukan yang pertama, Lilik pernah melakukan aksi serupa pada 2014 ketika Persikaba diperlakukan tidak adil dan mendapatkan kekerasan saat berlaga melawan Persab Brebes.

“Dulu, saya juga jalan kaki dari Blora ke Semarang untuk bertemu Asprov PSSI Jateng. Alhamdulillah, aspirasi saya diterima. Liga kemudian dilanjutkan dan Persikaba menang,” kenangnya.

Kali ini, Lilik yang piawai membikin patung kayu mengaku hanya berbekal uang Rp7.000 untuk berjalan kaki menuju Semarang, namun tidak terlalu khawatir bakal kehausan dan kelaparan di jalan.

“Setiap satu kilometer saya berhenti, istirahat. Minta minum sama warga secara baik-baik, kadang ada yang enggak tega dan kasih makan. Sempat kaki saya bengkak sampai di Wirosari, Grobogan,” katanya.

Lilik mengaku mulai berjalan kaki dari Blora sejak Jumat (9/3) pukul 10.00 WIB dan sampai di Semarang pada Selasa (13/3) selepas Maghrib demi memperjuangkan pembangunan Stadion Kridosono.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi yang menemui Lilik mengaku mengapresiasi perjuangan pemuda Blora itu dalam kegigihannya memperjuangkan kemajuan persepakbolaan daerahnya.

“Perjuangannya kuat untuk angan-angan dan harapannya terhadap persepakbolaan Blora. Meski bukan warga Blora, saya mengapresiasi semangat yang dimiliki Lilik,” kata politikus PDI Perjuangan itu. (El)