Home Hukum dan Kriminal Berbekal Linggis dan Obeng, Komplotan Rampok Gasak Barang Berharga Korban

Berbekal Linggis dan Obeng, Komplotan Rampok Gasak Barang Berharga Korban

Semarang, 21/1 (BeritaJateng.net) – Pelaku perampokan spesialis rumah kosong yang ditembak Tim Resmob Polrestabes Semarang diketahui tak hanya beraksi sekali atau dua kali. Selain membobol sebuah rumah yang berada di Vila Tembalang Blok D, Bulusan Tembalang, Kota Semarang, kawanan pelaku yang bejumlah empat orang ini juga beraksi di daerah Salatiga.

Berbekal sebuah obeng dan linggis serta satu unit mobil sewaan, para pelaku sanggup menggasak hingga ludes barang berharga milik korban. Empat pelaku tersebut diantaranya Darkowi (49) dan Asmuni (47) keduanya warga Palembang, Rahmat (39) warga Bandar Lampung serta Rodi Gunawan (35) warga Tangerang.

Di daerah Salatiga, kawanan pelaku ini dua kali melancarkan aksinya dalam waktu yang berdekatan. Kali pertama dilakukan pada hari Kamis (15/1) lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Sembilan kamer DSLR bernilai puluhan Juta Rupiah behasil diambilnya.

Selang tiga hari kemudian, tepatnya hari Senin (18/1), di wilayah yang sama yakni Salatiga, para pelaku berhasil menggondol televisi ukuran 39 inchi dan sebuah laptop.

Namun, aksi komplotan ini berakhir pada hari Kamis, tanggal 21 Januari 2016. Kasubnit I Resmob Polrestabes Semarang, Aiptu Janadi beserta Ipda Dimas Charis Nugroho berhasil meringkusnya di tempat yang berbeda. Darkowi, Asmuni dan Rahmat ditangkap di daeah Kopeng, Kabupaten Semarang. Sedangkan Gunawan diringkus di Getasan, Kabupaten Semarang.

Salah satu pelaku mengaku sebelum melancarkan aksinya, ia dan rekannya sempat mendatangi sebuah acara hajatan di daerah Salatiga. Namun, entah dilatarbelakangi apa, para pelaku tiba-tiba terbesit untuk melakukan pencurian.

“Di Salatiga sudah dua kali, kalau di Semarang baru sekali. Hasilnya sebagian sudah saya jual. Mobil yang saya gunakan itu juga mobil rentalan,” akunya dihadapan petugas, Kamis (21/1) sore.

Sementara itu, Wakapolrestabes Semarang, AKBP Ade Sapari menyatakan masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini, termasuk mengungkap pelaku atau jaringan lain yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi mereka.

“Para pelaku kami amankan di Mapolrestabes Semarang untuk proses hukum lebih lanjut,” tandas Ade Sapari. (Bjt02)

Advertisements