Home Lintas Jateng Berantas Paham Radikalisme, Polda Jateng Gandeng NU dan Muhammadiyah

Berantas Paham Radikalisme, Polda Jateng Gandeng NU dan Muhammadiyah

122
0
Berantas Paham Radikalisme, Polda Jateng Gandeng NU dan Muhammadiyah
           Semarang, 7/12 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Derah Jawa Tengah menggandeng Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam upaya menangkal radikalisme dan terorisme di wilayah Jawa Tengah.
          Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan adanya penandatanganan Memory of Understanding (MoU) Kepolisian dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah di Semarang (6/12).
           Hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut antara lain Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Indrajit, Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah Abu Hapsin dan Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir.
           Wakapolda menyatakan NU dan Muhammadiyah berperan penting menangkal radikalisme, terorisme dan segala benntuk ancaman terhadap NKRI. kedua ormas tersebut akan bergerak melaksanakan sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat tentang pencegahan penyebaran radikalisme.
           “NU dan Muhammadiyah memiliki dalam pengaruh penting perkembangan Islam di negeri ini,” ujarnya.
            Polda Jawa Tengah berkomitmen membrantas paham radikalisme dan terorisme dengan terus berkoordinasi bernama sama dengan NU dan Muhammadiyah.
             “Kita bersama sama membrantas radikalisme. Kalau polisi yang bergerak sendiri belum tentu mereka percaya gitu ya. Tapi kalau Muhammadiyah dan NU Insyaallah, pemberantasan radikalisme tidak hanya dilakukan eksternal di Kepolisian saja nemun juga di Internal Kepolisian,” tegasnya.
          Sementara itu Ketua PW NU Jawa Tengah Abu Hapsin menyambut baik kerja sama tersebut.
           Menurut dia, sudah menjadi tugas bersama seluruh warga negara Indonesia untuk mencegah radikalisme dan terorisme. “Tugas bersama untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya.
         Pendapat senada disampaikan Ketua PW Muhammadiyah Tafsir. “Bicara Indonesia, bicara Islam, maka bicara Muhammadiyah dan NU. Kesatuan negeri menjadi komitmen kita,” katanya. (Nh/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here