Home Headline Berangkat Haji ‘Furoda’ Tanpa Antri di Dewangga Lil Hajj Wal Umroh

Berangkat Haji ‘Furoda’ Tanpa Antri di Dewangga Lil Hajj Wal Umroh

517
Ilustrasi

Semarang, 19/5 (BeritaJateng.net) – Ibadah Haji menjadi impian setiap umat muslim untuk menyempurnakan rukun Islam kelima. Akan tetapi, antrian panjang Jamaah Calon Haji (JCH) reguler yang hendak berangkat menunaikan ibadah ke Tanah Suci Mekkah jadi kendala.

Jamaah Calon Haji (JCH) reguler yang hendak berangkat menunaikan ibadah ke Tanah Suci Mekkah, kini harus antri hingga puluhan tahun lamanya. Beda halnya dengan haji plus/haji khusus yang harus antri dari 5-6 tahun.

Dari itu, sebagian masyarakat yang memiliki banyak dana dan enggan antri lama untuk menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci, kerap menggunakan Visa Furoda atau undangan resmi dari Kerajaan Arab Saudi, sehingga bisa langsung berangkat dan tanpa menunggu bertahun-tahun.

Biro perjalanan ibadah haji dan umrah Dewangga Lil Hajj Wal Umroh sebagai salah satu penyelenggara atau biro Haji dan Umrah yang yang telah memiliki izin khusus Ibadah Haji memberikan program haji tanpa antri, dengan menggunakan visa haji furoda atau visa undangan dari kerajaan.

“Setelah tiga tahun pembahasan tentang revisi UU no. 13 tahun 2008, tentang penyelenggaraan Haji dan Umrah, akhirnya disahkan dalam Sidang Paripurna DPR di Senayan tanggal 29 Maret 2019 lalu. Dari sekian poin yang direvisi, ada mengenai pengakuan tentang haji Furodah yang merupakan program haji non kuota yang merupakan undangan khusus dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” ujar Direktur Dewangga Lil Hajj Wal Umroh, Endro Dwi Cahyono.

Ia menjelaskan, bahwa selain menetapkan kuota haji untuk negara-negara di dunia, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga menetapkan kuota haji untuk negaranya sendiri. Kabar baiknya, kuota haji tersebut bisa digunakan untuk seluruh calon jamaah haji di dunia. Bahkan, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mendukungnya dengan menyediakan visa khusus bagi mereka dengan sebutan Visa Undangan (Visa Furoda).

Dari sini sudah jelas, bahwasannya program Haji Non Kuota yang resmi dan terdaftar hanyalah Haji Non Kuota Visa Furoda atau yang lebih dikenal dengan sebutan Haji Furoda.

Pelaksanaan Haji Furoda berada pada pengawasan dan tanggungjawab Pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara langsung. Oleh karena itu, segala proses dari awal pendaftaran hingga pelaksanaan dan kepulangan calon jamaah berada pada pengawasan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Akan tetapi, saat pendaftaran di negara asal, calon haji akan dibantu oleh biro travel-biro travel khusus Haji Furoda bersertifikat.

“Ini suatu trobosan bagi umat Islam, yang biasanya harus mengantri 20 tahun untuk Haji Reguler kuota dari Kemenag, atau antri 7-8 tahun dengan Haji Plus. Dengan Haji Furoda ini, tak kurang dari setahun, calon jamaah sudah bisa diberangkatkan,” kata Endro yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI) DPD Jateng-DIY.

Biro perjalanan ibadah haji dan umrah Dewangga Lil Hajj Wal Umroh menyediakan paket Haji Furoda dengan fasilitas bintang lima, hanya dengan $15.000 atau sekitar Rp. 225juta. (El)