Home Hiburan Beragam Kreativitas di Ekspo Semarang Digital Creative 2015

Beragam Kreativitas di Ekspo Semarang Digital Creative 2015

Semarang, 4/5 (BeritaJateng.net) – Namanya kreativitas, tidak pernah terbatas, bahkan oleh langit sekalipun. Batas kreativitas atas diri si empunya sifat kreatif itu sendiri. Dan hal itulah yang seolah ingin ditunjukkan dalam ekspo Semarang Digital Creative 2015 yang digelar di Gedung Wanita Jalan Sriwijaya, 4 hingga 7 Mei ini.

Seiring dengan HUT kota ke-468, even ini seolah menjadi kado bahwa Semarang masih membutuhkan banyak tangan-tangan kreatif untuk bisa sejajar dengan kota metropolitan lainnya.

Menyusur lorong ekspo, kita akan menjumpai beberapa stand unik. Di stand robotik, akan ditunjukkan mengenai bagaimana membuat, merakit serta mengoperasikan robot.

Berikutnya kita akan diajak menjelajah dunia animasi bersama jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Udinus. Di sini, kita akan disuguhi hasil-hasil film animasi karya mahasiswa baik yang sudah pernah menjadi juara ataupun yang masih dalam penyempurnaan.

“Film animasi layang-layang ini berhasil meraih juara II Nasional dimana memang pembuatannya sudah memenuhi standar industri,” terang dosen pembimbing Godham Eko Saputro.

Menurutnya, film animasi di tanah air sama sekali belum terlambat bersaing dengan film serupa dari negeri tetangga. Hanya saja, banyak animator yang kesulitan menemukan konsep cerita serta membentuk karakter tokoh yang ingin ditampilkannya.

Melangkah ke stand berikut, kita akan menjumpa sebuah peta digital rute Bus Rapid Transit (BRT) koridor I dan II. Dalam peta yang dibuat mantan mahasiswi Udinus Mei Sefti ini, kita akan menjumpai shelter-shelter BRT lengkap dengan informasinya.

“Peta ini saya buat sebagai tugas akhir. Ya jujur saja saya berharap ada yang dapat memanfaatkan peta ini lalu di hak ciptakan. Selama ini, peta baru dapat didownload melalui blog pribadi saya,” tuturnya.

Begitu pula saat menjumpai Farid M yang memiliki cerita bergambar berjudul Aksi Gatotkaca. Ia bahkan berupaya membangun karakter anak-anak kecil melalui cerita bergambar di laptop ataupun android.

Lebih menarik lagi saat mengunjungi stan Papillon Studio. Di sini, kita akan disuguhi berbagai macam komik garapan anak-anak muda asli Semarang.

“Saya mohon kritik saran terkait komik Mada yang saya buat ini, semoga ke depannya dapat lebih baik dan mampu menembus pasar komik domestik dan internasional,” tutur Alfa Robi, seorang komikus muda kota ini, merendah.

Penyelenggara ekspo, Masinggaling Gumelar menyebut begitu banyak potensi dan kreativitas warga Kota Semarang yang belum tergali. Dengan kegiatan ini, pihaknya berharap agar potensi tersebut muncul dan dimanfaatkan banyak warga lainnya. (Bj05)