Home Hukum dan Kriminal Bentrok, Demo Buruh Ricuh Jalan Pemuda Sempat Ditutup

Bentrok, Demo Buruh Ricuh Jalan Pemuda Sempat Ditutup

IMG_20151027_095335-1

Semarang, 27/10 (BeritaJateng.net) – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI) bentrok dengan aparat kepolisian dan Satpol PP saat mengamankan aksi demo buruh di Jalan Pemuda, depan kompleks Balaikota Semarang, Selasa (27/10).

Massa yang memblokir sepanjang jalan Pemuda mengakibatkan kemacetan panjang dan tak terurai sehungga pihak kepolisian terpaksa menutup ruas jalan pemuda tepatnya dari depan Paragon Mall.

Dalam orasinya para buruh membawa atribut SPI, poster dan spanduk yang berisi menentang keputusan peraturan pemerintah pp tentang pengupahan.

Mereka menuntut menolak formasi baru penghitungan upah minum kerja (UMK) yang dicanangkan dalam paket kebijakan ekonomi tahap iv dan rancangan peraturan pemerintah (rpp) tentang pengupahan yang merugikan buruh atau pekerja.

Lalu menghapuskan sistem kerja kontrak dan outsourching yang menindas dan tidak memberikan kepastian hubungan kerja. Dan upah minimum 2016 yakni sebesar rp 2,5 juta berlaku di 35 kabupaten/kota provinsi jawa tengah. Sebab, dari peraturan pemerintah tersebut umk buruh kota Semarang hands Rp 1,8 juta.

Suasana ditengah demo makin memanas dan puncaknya sempat terjadi kericuhan antara buruh dan aparat kepolisian dan satpol pp yang berjaga-jaga di depan pagar gedung balaikota.

Bentrokan tersebut terjadi bermula dari buruh yang kesal karena sudah lama menunggu perwakilan dari pemerintah kota untuk ditemui ternyata belum juga datang. Akibatnya perwakilan buruh yang sudah masuk halaman balaikota merasa kecele dan massa yang berada di luar memaksa merangsek masuk ingin masuk ke halaman balaikota yang didepannya telah dicegat aparat. Akibatnya terjadi aksi saling dorong mendorong dan saling pukul serta kericuhan antara buruh dan kepolisian tak terhindarkan.

Koordinator Sudarwiyono mengatakan, rancangan peraturan perundangan rpp merugikan para buruh. Karena umk yang diminta oleh buruh tidak sesuai danp lebih sedikit.

“Sampai sekarang kami belum ditemui oleh perwakilan pemerintah kota semarang, kami akan terus melakukan demo dan juga mendatangi gedung gubernuran,” tandasnya. (Bj)