Home Ekbis Bensin dan Cabai Merah Akibatkan Inflasi November

Bensin dan Cabai Merah Akibatkan Inflasi November

image

Semarang, 1/12 (Beritajateng.net) – Bensin dan cabai merah mengakibatkan inflasi pada November sebesar 1,36 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,99, kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari.

Jam Jam Zamachsyari di Semarang, Senin, mengatakan, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan Oktober yaitu 0,52 persen dengan IHK 114,43.

“Kenaikan harga BBM jenis subsidi beberapa waktu lalu dan tingginya harga cabai merah berakibat pada inflasi di bulan ini,” katanya.

Komoditas lain yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi di antaranya cabai rawit, angkutan dalam kota, dan beras. Menurutnya, kenaikan tarif angkutan dalam kota merupakan akibat dari kenaikan harga BBM subsidi.

“Melihat kondisi di lapangan memang kenaikan harga BBM ini sudah berdampak pada kenaikan tarif angkutan, walaupun saat itu belum ada kepastian dari Pemerintah tetapi sudah banyak pengusaha angkutan umum yang menaikkan tarif untuk penumpang,” katanya.

Sementara, mengenai tingginya harga cabai sudah terjadi antara 2-3 bulan yang lalu. Pihaknya memrediksikan kenaikan harga tersebut merupakan dampak dari kemarau panjang.

“Selain itu karena sudah masuk di musim tanam sehingga pasokan menjadi kurang lancar, kondisi yang sama juga terjadi untuk komoditas beras,” katanya.

Jam Jam mengungkapkan, melihat kondisi-kondisi sebelumnya, inflasi akan lebih tinggi setelah menginjak bulan kedua pascakenaikan harga BBM. Tepatnya pada bulan Desember mendatang angka inflasi kemungkinan akan lebih tinggi mengingat dampak dari kenaikan harga BBM lebih terasa.

“Kalau untuk November ini kan dampak kenaikan harga BBM subsidi baru dirasakan beberapa hari saja, sedangkan pada bulan Desember mendatang akan terasa satu bulan penuh. Selain itu, penyesuaian harga mulai terjadi di hampir semua sektor,” katanya.

Meski demikian, pihaknya berharap masyarakat lebih bisa mengendalikan konsumsi mereka sehingga inflasi juga bisa ditekan.

Secara keseluruhan, dari enam kota survei biaya hidup di Jateng, Kota Cilacap merupakan daerah dengan angka inflasi tertinggi yaitu 1,52 persen dengan IHK 119,07, selanjutnya Kota Surakarta 1,47 persen dengan IHK 114,23, Kota Purwokerto dengan inflasi 1,38 persen dengan IHK 115,06, Kota Semarang 1,35 persen dengan IHK 115,95, Kota Kudus 1,31 persen dengan IHK 121,17, dan inflasi terendah terjadi di Kota Tegal sebesar 1,05 persen dengan IHK 112,86.(ant/pj)