Home Hukum dan Kriminal Belasan Motor Hasil Kejahatan Disita Aparat Polrestabes Semarang

Belasan Motor Hasil Kejahatan Disita Aparat Polrestabes Semarang

IMG_20150824_131413[1]

Semarang, 24/8 (BeritaJateng.net) – Belasan sepeda motor dari berbagai jenis yang merupakan hasil kejahatan disita aparat Polrestabes Semarang, Senin, (24/8) siang. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengatakan sepeda motor yang disita tersebut merupakan hasil pengembangan dari para pelaku kejahatan.

Menurutnya, kebanyakan dari sepeda motor hasil kejahatan itu dijual ke beberapa daerah seperti Dukuhseti, Pati.

“Jadi motor-motor ini tidak mempunyai dokumen resmi, yang kita kembangkan dari pelaku kejahatan. Berdasarkan informasi yang kita peroleh dari masyarakat bahwa kendaraan-kendaraan tersebut dijual ke Dukuhseti, Pati,” kata Kapolrestabes.

Sementara, lantaran terlibat dan membantu aksi pencurian kendaraan bermotor, dua orang bernama Muandim (29) dan Wakijan (44) warga Dukuhseti, Pati ikut diamankan aparat Polrestabes Semarang. Keduanya berhasil dibekuk aparat di rumahnya, dan terbukti telah menerima sepeda motor hasil dari tindak kejahatan. Keduanya akan dijerat Pasal 480 KUHP, dengan ancaman 4 tahun penjara.
IMG_20150824_132610[1]
Muandim dan Wakijan berperan sebagai penadah, selanjutnya barang hasil kejahatan itu ia jual ke sejumlah daerah di Pati. Menurut pengakuan salah satu tersangka, ia mengatakan rata-rata meraup keuntungan Rp.500 rb hingga Rp. 800 ribu setiap unit motor yang dijualnya.

“Saya belinya rata-rata Rp. 3 juta, terus saya jual dengan harga Rp. 3,5 juta sampai Rp. 3,8 juta, tergantung dari kondisi barang juga. Kebanyakan motor jenis matic yang paling banyak dicari,” kata pria yang kesehariannya sebagai petani itu.

Kapolrestabes menambahkan sekaligus menghimbau kepada masyarakat untuk mendatangi Polrestabes Semarang, apabila merasa kehilangan sepeda motor.
“Bagi masyarakat Semarang yang merasa kehilangan kendaraan bermotor silahkan datang ke Polrestabes Semarang, manakala ada yang cocok sambil membawa dokumen resmi, dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (BJT02)