Bedanya Pola Pikir Si Kaya dan Si Miskin Dalam Mengelola Keuangan

Bedanya Pola Pikir Si Kaya dan Si Miskin Dalam Mengelola Keuangan

Semarang, 20/3 (BeritaJateng.net) – Mengapa realita di masyarakat, orang yang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin ? Itu karena mental dan pola pikir dari orang kaya dan orang miskin berbeda.

Ustadz Achmad Mirza, APt., MM, saat mengisi kajian Majelis Taklim Manajemen Qolbu (MTMQ) bertema ‘Cara Cerdas Mengelola Keuangan Rumah Tangga’ mengibaratkan orang kaya dan orang miskin seperti memiliki angsa. Angsa tersebut menghasilkan tiga butir telur.

“Pola berpikir orang miskin, tiga telur yang dihasilkan angsa dimakan semua. Bahkan mereka juga meminjam telur tetangganya karena kekurangan. Ini disebabkan orang miskin memiliki banyak masalah. Lain halnya dengan pola pikir orang kaya. Mereka punya tiga telur. Dimakan dua dan disimpan satu untuk ditetaskan. Setelah menetas, mereka ambil sebagian, sebagiannya lagi ditetaskan. Begitu seterusnya,” papar Ustadz Achmad Mirza saat menyampaikan materi di Masjid At-Taqwa Jalan Kelud Raya Semarang, Minggu (20/3) siang.

Dijelaskannya, itulah kenapa orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin. Orang bermental kaya akan selalu menunda keinginan yang tidak ada manfaatnya. Menurutnya, mengeluarkan uang untuk prioritas jauh lebih penting.

Selain itu, Ustadz Mirza juga mengungkapkan bahwa zakat, infaq dan sadaqah itu juga akan memperbanyak rizki.

“Semakin banyak sadaqah semakin mudah rizki kita, itu janji Allah,” tuturnya.

Ustadz Mirza juga mengajak jamaah yang hadir sedikitnya 50 jamaah untuk sering dan aktif mengikuti seminar, training serta membeli buku dan VCD. Dengan demikian ilmunya akan terus bertambah dan bermanfaat.

“Sebisa mungkin yang bekerja untuk kita, misalnya dengan membeli tanah dan emas, itu merupakan investasi. Kita tidak perlu hidup dengan terus bekerja. Kalau bekerja terus, kapan ibadahnya ?,” jelas Ustadz Mirza.

Senada dengan Ustadz Mirza, Ustadz Riyadh Ahmad yang saat kajian menyampaikan materi “Indahnya Hidup dengan Tawadhu’ juga menjelaskan bahwa untuk melipatgandakan keuangan secara cepat tidak bisa diraih tanpa ilmu.

“Doa dapat merubah takdir. Lepaskan kepada Allah ketika mengalami kesulitan,” tutur Ustadz Riyadh.

Dikatakannya, Allah pasti menguji hamba-Nya. Rasulullah ujiannya lebih besar daripada kita, ikhtiar itu wajib, bagaimanapun hasilnya nanti lepaskan hanya kepada Allah.

Setiap rumah tangga pasti diuji. Manusia hidup pasti mendapat ujian dan cobaan. Fakta dan realitanya, kisah suami istri dan rumah tangga kadang ada yang baik, kadang juga ada yang buruk. Orang yang sabar selalu mengembalikan hasil apapun kepada Allah.

“Allah tahu, karena sedang mendidik kita menjadi semakin siap dengan beragam ujian, cobaan dan fenomena yang ada dalam kehidupan ini. Tidak ada kesuksesan sejati kecuali menjaga iman dan taqwa sampai datangnya ajal,” pungkas Ustadz Riyadh. (BJT01)

Tulis Komentar Pertama