Home News Update Bedah Buku Ketika Ibu Melupakanku

Bedah Buku Ketika Ibu Melupakanku

Dian Purnomo dan DY Suharya penulis sang penulis buku.
Dian Purnomo dan DY Suharya penulis sang penulis buku.
Dian Purnomo dan DY Suharya penulis sang penulis buku.

Semarang, 25/1 (BeriaJateng.net) – Penyakit Alzheimer atau pikun selalu meningkat setiap tahunnya. Rupanya, hal ini juga dirasakan penulis sekaligus aktivis Alzheimer, DY Suharya dan Dian Purnomo.

DY Suharya menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku yang mengisahkan ibunya yang melupakan penulis karena ibu menderita Alzheimer.

Executive Director Alzheimer’s Indonesia sekaligus penulis buku Ketika Ibu Melupakanmu, DY Suharya mengatakan, inti dari buku ini adalah semua orang akan jadi tua, namun masa-masa tua kita, tentunya tidak ingin tergantung pada orang lain. Kita ingin jadi lansia yang sehat, sejahtera dan hidupnya mandiri dan bermakna.

“Sehingga dalam buku yang saya tulis berdasarkan pengalaman selama 20 tahun tentang Ibu saya ini, ingin mengajak pembaca melakukan deteksi dini, karena penyakit ini bisa di cegah, dengan pola hidup sehat, menjauhi setres dan galau serta peduli lansia,” paparnya.

Dulunya, saya pikir Ibu saya itu orang yang paling menyebalkan, namun pada tahun 2009 lalu Ibu saya di deteksi terkena demensia Alzheimer, saat itulah khikmah pentingnya Ibu dan keluarga muncul.

Buku yang telah dilaunching pada 22 Desember 2014 lalu di Jakarta ini, telah menjadi best seller di sejumlah toko buku di Indonesia.

“Buku ini sudah sold out di beberapa toko buku di Jakarta dan Yogyakarta, dan selanjutnya semoga di Semarang animo masyarakat yang membeli buku ini juga besar,” papar koordinator program On Track Media sekaligus penulis buku, Dian Purnomo seusai bedah dan diskusi buku Ketika Ibu Melupakanmu di Gramedia Lantai 2 Pandaran Semarang.

Menurutnya, berdasarkan data Alzheimer Disease Internasional WHO, di Indonesia telah ada  1 juta jiwa yang menderita Alzheimer, sedangkan di dunia ada 44 juta jiwa.

Di Indonesia dari 1 juta jiwa penderita Alzheimer bisa meningkat 4 juta jiwa di 2050 atau dalam jangka lebih dari 20 tahun dengan usia harapan hidup hanya 73 tahun.

“Penyakit ini bisa di cegah dari diri kita sendiri. Kami harap semoga di Indonesia lebih banyak tempat yang ramah lansia dan dengan buku ini orang jadi lebih tahu Alzheimer serta mampu mencegahnya dengan melakukan pola hidup sehat,” jelasnya.

Acara diskusi dan bedah buku tersebut menghadirkan Yusadar dari Dinas Sosial, Dr. Rejeki Andayani, S.sPd KGer dari RSUP Kariadi, perkumpulan lansia Wulan Semarang, serta pengunjung pusat buku Gramedia Semarang. (BJ05)