Home Headline Bea Cukai Ungkap Peredaran Barang Ilegal Senilai Rp. 55 Miliar

Bea Cukai Ungkap Peredaran Barang Ilegal Senilai Rp. 55 Miliar

1067
Pemusnahan barang ilegal senilai Rp. 55 miliar.
       Semarang, 13/12 (BeritaJateng.net) – Kantor Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil mengungkap peredaran rokok dan minuman keras impor illegal serta cukai palsu, senilai Rp. 55 miliar.
        Sebanyak 22juta batang rokok ilegal dan aspal atau asli tapi palsu, berhasil diamankan petugas Kantor Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain rokok, 523 botol miras ilegal hasil selundupan, 40 ribu peta cukai, dan juga alat pemanas juga turut diamankan dalam operasi gempur gan gabungan kantor bea cukai, disepanjang tahun 2018.
        Dari pengungkapan tersebut, terdapat 28 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 25 orang beberapa diantaranya sudah P 21. Sementara total kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp. 55 miliar. Dengan rincian  Rp. 20,7 miliar dari pita cukai dan rokok ilegal, Rp. 779 juta dari minuman keras ilegal, Rp. 33,8 miliar dari barang asal impor maupun perusahaan penerima fasilitas kepabeanan, serta Rp. 528 juta dari pelanggaran bidang ekspor.
        “Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY telah melakukan berbagai tindakan pengawasan utnuk memerangi pita cukai ilegal, rokok ilegal sebagian juga seperti asli palsu kemudian miras import yang sering dipasang cukai palsu dan pelanggaran berbagai import di kepabeanan. Untuk wilayah Jawa tengah dilakukan operasi gempur dengan unit penindakan pusat beacukai, dan dari operasi ini berhasil diselamatkan kerugian negara kurang lebih 55 miliar,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani saat melakukan pemusnahan Barang Bukti di Kantor Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY.
         Untuk barang dari luar negeri ada dari Cina, pengumpulannya di Malaysia dan Thailand. Sedangkan minuman keras diselundupkan melalui Singapura.
         Guna mengantisipasi adanya pemalsuan pembuatan rokok illegal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terbuka bila perusahaan ilegal ingin melegalkan produknya, diantaranya produk rokok. Pemprov juga akan mendatangi para produsen rokok ilegal, untuk diberi pembinaan soal legalitas produk.
       “Ada salah satu kabupaten di jawa tengah memproduksi ini (rokok ilegal)  maka tadi mau dilakukan penegakan hukum saya bilang begini saya tak masuk dulu kami bina dulu siapa dulu bisa dilegalkan ada merknya ada cukainya seperti yang mereka mau, saya kira ini bagian dari edukasi sehingga apa yang menjadi produksi masyrakat kita hargai kita hormati mereka bekerja dan negara tidak dirugikan,” jelas Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah.
         Oleh Kantor Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, barang-barang illegal tersebut dimusnahkan dengan cara di bakar dan di pecah.  Pemusnahan tersebut dilakukan untuk menghilangkan nilai guna agar tidak disalahgunakan. (Nh/El)