Home DPRD Kota Semarang BBWS Pemali Juana Operasionalkan Darurat Pompa Tanggul Sungai Sringin untuk Keringkan Banjir...

BBWS Pemali Juana Operasionalkan Darurat Pompa Tanggul Sungai Sringin untuk Keringkan Banjir di Kaligawe

246
0
Ketua DPRD Kota Semarang meninjau kondisi banjir di Kota Semarang.

SEMARANG, 5/12 (BeritaJateng.net) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana memfungsikan lima pompa yang berada di muara Sungai Sringin untuk mengeringkan banjir yang merendam wilayah Genuk dan Kaligawe. Lima pompa tersebut difungsikan darurat meski rumah pompa belum selesai dibangun.

Kepala BBWS Pemali Juana, Tuhan Ruzziyatno menuturkan, kelima pompa berkapasitas masing-masing 2 kubik per detik itu difungsikan sejak Minggu (2/12) malam. Sehingga, genangan banjir di Genuk dan Kaligawe diharapkan bisa surut dalam waktu cepat dan jalan bisa dilalui kendaraan.

“Itu kami fungsikan langsung karena ada banjir. Petugas di sana kami minta meski rumah pompanya belum selesai. Itu kurang bagian atapnya. Lalu kami minta atapnya pakai terpal dulu karena ini darurat,” kata Ruhban.

Selain memfungsikan pompa di muara Sringin, BBWS juga menerjunkan empat mobil pompa dengan kapasitas masing-masing 200 liter per detik. Keempat mobil pompa tersebut bisa difungsikan untuk mengeringkan area yang masih ada genangan air.

“Tapi banjir di Genuk dan Kaligawe ini sebentar saja kok, tak ada masalah. Jika nanti seluruh pompa di Sringin dan Tenggang sudah berfungsi normal, maka tidak ada banjir yang menggenang lagi. Memang meski kontraknya sampai 2019, tapi ini darurat hujan sehingga dipercepat,” jelasnya.

Selain Sungai Sringin, ia mengungkapkan, pompa juga akan dipasang di muara Sungai Tenggang. Di sungai tersebut ada enam pompa dengan kapasitas masing-masing 2 kubik per detik. Sehingga nantinya jika dioperasionalkan bersamaan maka mampu membuang air banjir 12 kubik per detik.

“Lha kalau Sringin dan Tenggang jalan semua, kita bisa membuang 22 kubik per detik air dari darat ke laut. Itu sudah besar sekali kapasitasnya. Makanya kami menjamin nantinya tidak ada genangan banjir lagi apalagi di jalan,” tegasnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, akan lebih terbantu jika normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) sudah selesai dinormalisasi. Sehingga air dari wilayah atas bisa langsung dibuang ke BKT di antaranya Pucang Gading, Tembalang dan lainnya.

Hanya saja dari data pekerjaan, proses normalisasi Sungai BKT saat ini baru mencapai 60 persen. Padahal, ditargetkan proyek yang didanai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu bisa dipercepat dan selesai akhir 2018 ini. Meskipun kontraknya baru selesai 2019 mendatang.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi yang meninjau kondisi banjir di Kaligawe dan beberapa ruas jalan di Semarang mengaku sudah menghimbau Pemerintah Kota Semarang untuk memaksimalkan mesin pompa di titik-titik terjadinya banjir.

“Setelah melihat secara langsung kondisi banjir di Kaligawe, tiga pompa sudah difungsikan di bawah jembatan kaligawe, kami juga liat di muara kali tenggang kondisi air. Tentunya tinggal menunggu waktu karena memang kapasitas mesin pompa terbatas, curah hujan juga masih tinggi, ditambah tingginya rob dari laut, jadi debit air naik meluap ke rumah warga,” ujar Supriyadi.

Ia menyatakan jika penanganan yang cepat dibutuhkan agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya. Instalasi di sungai Pacar yang menghubungkan Tambakrejo sampai Kali tenggang juga harus dikebut, pompa dititik banjir juga harus diaktifkan untuk mengurangi genangan air saat hujan turun.

“Saat ini pemkot Semarang sudah bekerja maksimal, tapi karena intensitas air rob tinggi dan curah hujan tinggi, sehingga genangan air sulit diatasi,” katanya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here