Home Lintas Jateng BBM Naik, Tarif Bus Wisata Werkudara Tetap

BBM Naik, Tarif Bus Wisata Werkudara Tetap

image
Bus Tingkat Werkudara

Solo, 24/11 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mempertahankan harga tiket bus wisata tingkat Werkudara meskipun ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Pemkot Surakarta memilih mempertahankan harga tiket yang saat ini berlaku, kendati biaya operasional bus dipastikan meningkat,” kata Kepala Bidang (Kabid) Angkutan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatka (Dishubkominfo) Pemkot Surakarta, Sri Indarjo kepada wartawan di Solo, Senin seperti dikutip Antara.

Ia menyebutkan, pihaknya tidak bisa seenaknya menaikkan tarif bus tingkat Werkudara karena sudah diatur dalam peraturan daerah (perda),” katanya.

Sri Indarjo mengatakan perda yang dimaksud adalah Perda Nomor 9 Tahun 2013 tentang Retribusi Daerah. Dengan diaturnya tarif bus tingkat tersebut dalam perda maka tarif yang diberlakukan bagi penumpang tetap meski harga BBM telah dinaikkan.

Saat ini, biaya sewa bus wisata dalam kota itu ditetapkan sebesar Rp800.000 dan harga tiket eceran ditetapkan Rp20.000 per orang.

“Harus diakui, biaya operasional memang akan bertambah dengan adanya kenaikan harga BBM. Dengan harga lama, sebenarnya kami masih bisa meraup sedikit keuntungan. Meskipun bus tersebut tidak semata-mata dioperasionalkan untuk mencari keuntungan, melainkan sebagai alat transportasi wisata,” katanya.

Harga BBM bersubsidi yang telah naik, lanjut dia, justru tidak berpengaruh secara langsung terhadap kenaikan biaya operasional bus tingkat Werkudara. Pasalnya, selama ini bus berbiaya sekitar Rp1,8 miliar dan beroperasi sejak 2011 tersebut menggunakan BBM jenis solar nonsubsidi.

“Ya untuk ongkos perawatannya pun tidak terlalu besar, karena Werkudara jarang mengalami kerusakan mesin. Pemakaiannya juga hanya dilakukan di dalam kota, dengan jumlah perjalanan sekitar delapan kali dalam seminggu di luar musim liburan,” katanya.

Menurut dia, sebenarnya biaya perawatan bodi bus justru yang paling banyak menghabiskan anggaran, seperti penggantian stiker bus.(ant/pj)