Home Lintas Jateng Baznas Lakukan Terobosan Pengumpulan Zakat

Baznas Lakukan Terobosan Pengumpulan Zakat

28
0
Baznas Lakukan Terobosan Pengumpulan Zakat

              Semarang, 13/9 (BeritaJateng.net) – Perlu adanya cara-cara pengumpulan dana zakat dan infak melalui program yang lebih kekinian.

            Hal itu disampaikan motivator Benk Mintosih di sela pelatihan sukarelawan Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) di Gedung PKK Jalan dr Sutomo, Rabu (13/9). Menurutnya, pengurus Baznas dapat menggunakan media sosial untuk menarik minat para calon donator dengan memanfaatkan gadget.

                  “Sekarang kan eranya media sosial baik instagram maupun twitter dan lain-lain. Bisa dimanfaatkan untuk melakukan re-branding agar Baznas tidak terkesan formal dan hanya milik sebagian masyarakat,” terangnya.

                     Dijelaskannya, dengan melakukan rekrutmen terhadap mahasiswa, memiliki keunggulan sudah akrab dengan teknologi media. Penggunaan gadget menjadi mutlak dimana media sosial dapat dijadikan salah satu ajang promosi menarik minat warga untuk berzakat.

                Apalagi sampai saat ini belum ada lembaga pengumpul zakat yang melakukannya. Seiring dengan pergantian pengurusan Baznas yang lebih ‘ngenomi’, cara-cara kekinian dapat ditempuh selama tidak melenceng dari aturan agama.

                 “Sudah waktunya kita tinggalkan cara-cara lama dan berganti dengan yang lebih gaul layaknya anak muda dewasa ini,” tukasnya.

                 Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung  Andrarasmara mengakui jika pihaknya merekrut sekurangnya 80 relawan muda. Mereka nantinya akan bekerja sukarela mempromosikan keberadaan Baznas kepada warga agar dapat melakukan zakat, infak dan sodakohnya melalui organisasi pengumpul zakat ini.

                  Para relawan ini adalah mahasiswa PTN/PTS yang selama ini mendapatkan beasiswa dari pihaknya. Pemberdayaan yang dilakukan juga seiring dengan perubahan paradigma bahwa Baznas akan lebih banyak merangkul anak muda dan pihak swasta untuk berdonasi.

                   “Jadi selama ini sekitar 70 persen donasi berasal dari PNS karena Ketua Baznas sebelumnya adalah Walikota Semarang. Kini di bawah kendali saya, akan merubah mindset ke arah pengumpulan zakat dengan sasaran lebih ke anak muda dan swasta,” tuturnya.

                   Ke depan, ia akan mengoptimalkan peran sukarelawan untuk merangkul warga di sekitar mereka tinggal serta rekan-rekan di kampusnya. Arnaz mengakui masih minimnya sumbangan zakat dan sodakoh dari sektor kampus karena minimnya sosialisasi kepada mereka.

               “Target kami sekurangnya Rp10 miliar sehingga butuh terobosan program-program baru yang menyasar kawula muda yang selama ini belum tersentuh,” pungkasnya. (EL)