Home Kesehatan Bayi Penderita Hydrocepalus akan Dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta  

Bayi Penderita Hydrocepalus akan Dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta  

387
0
Bayi Penderita Hydrocepalus akan Dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta  
          BLORA, 21/11 (BeritaJateng.net) Orang tua Yemima Fara Natalia (2) akhirnya bisa sedikit tersenyum. Selasa sore (21/11/2017) pemerintah kabupaten Blora melalui dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bersama dinas kesehatan memberikan bantuan makanan balita dan sembako.
        Selain itu dinas kesehatan kabupaten Blora juga berjanji akan memfasilitasi pengobatan Yemima ke rumah sakit Sardjito Yogyakarta.
         Pemberian bantuan dipimpin langsung oleh Kepala Dinsos P3A Sri Handoko dan Kepala Dinkes dr. Henny Indriyanti  kepada orang tua Yemima, Partono dan Rahayu Widasari di rumahnya di desa pengkolrejo kecamatan Japah kabupaten Blora.
         “Kali ini atas arahan Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, kami datang untuk memberikan bantuan sosial berupa dana sosial, sejumlah kebutuhan makanan balita dan sembako. Semoga ini bisa membantu pengobatan adek Yemima,” ucap Kepala Dinsos P3A Sri Handoko.
Bayi Penderita Hydrocepalus akan Dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta

Sementara itu, Kepala Dinkes dr. Henny Indriyanti M.Kes menyatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi pengobatan adek Yemima ke RSUP Sardjito Yogyakarta.

          “Tadi sudah diuruskan semua dokumennya dan akan dirujuk ke RSUP dr.Sardjito Yogyakarta untuk dilakukan pengobatan. Rencana, besok pagi akan berangkat pukul 03.00 WIB dari Blora, dimana biaya pengobatannya menggunakan BPJS Kesehatan,” kata dr. Henny Indrayanti M.Kes.
         Untuk menjaga kesehatan tubuh anaknya, ia menyarankan agar asupan makanan bergizi tetap dipenuhi agar daya tahan tubuh anak tetap baik dan kuat.
          Rahayu Widasari menjelaskan bahwa anaknya tersebut hanya bisa menangis karena merasakan sakit dan kepalanya yang semakin berat. Sejak usia kandungan 9 bulan dokter sudah mengatakan bahwa di dalam kepala bayi ada sebuah cairan hitam. Saat lahir kondisinya normal, namun setelah itu lama lama kepalanya membesar.
         “Sebelumnya sudah pernah dibawa berobat ke Rumah Sakit Elizabeth di Semarang. Namun dokter disana tidak berani melakukan tindakan operasi karena usia bayi yang masih terlalu muda, apalagi resikonya sangat berat dimana kondisi kepala bayi masih lunak. Tulang tengkoraknya belum sempurna”, katanya.
        Partono dan Rahayu Widasari sebagai orang tua  Yemima mengucapkan terimakasih atas perhatian Pemkab Blora yang sudah memfasilitasi pengobatan bagi anaknya. Apapun hasilnya nanti, kedua orang tua ini siap menerimanya.
(MN/El)