Home News Update Bawaslu : Langgar PKPU Paslon Bisa Didiskualifikasi

Bawaslu : Langgar PKPU Paslon Bisa Didiskualifikasi

Calon Kepala daerah dan wakil kepala daerah menandatangi pakta integritas.
Calon Kepala daerah dan wakil kepala daerah menandatangi pakta integritas.
Calon Kepala daerah dan wakil kepala daerah menandatangi pakta integritas.

Semarang, 26/8 (BeritaJateng.net) – Anggota Bawaslu Pusat Daniel Suchron minta agar pasangan calon bupati-wakil bupati dan walikota wakil walikota tidak melanggar aturan kampanye yang sudah tertuang dalam PKPU karena bisa mengakibatkan diskualifikasi. Hal itu disampaikan Daniel kepada wartawan disela sela rapat koordinasi dengan mitra kerja di Hotel Semesta, Rabu (26/8).

“Saya minta paslon tidak masuk ke ranah yang dilakukan KPU seperti alat peraga maupun iklan di media,” ungkapnya.

Daniel menjelaskan, kampanye yang dilakukan pasangan calon wilayahnya ada dua yakni wilayah yang dilakukan pasangan calon dan wilayah yang dilakukan KPU. Masing masing diminta melakukan kampanye sesuai dengan wilayahnya.

Daniel mengakui masalah ini harus dipertegas agar tidak terjadi salah pengertian dan penafsiran. “Saya minta masalah ini dideklair saja biar sama sama tahu dan jelas,” katanya.

Persoalan lain yang tidak kalah penting, tambah Daniel, adalah masalah dana kampanye. Menurut dia pengelolaan dana kampanye harus transparan dan jangan sampai tidak tercatat dalam laporan dana kampanye.

“Pelanggaran atas laporan dana kampanye memiliki dimensi diskualifikasi. Oleh karena itu calon harus terbuka dan jujur dalam masalah ini,” tegasnya.

Sementara itu Anggota Bawaslu Jawa Tengah Teguh Purnomo mengungkapkan, pihaknya memberikan kesempatan kepada pasangan calon yang didiskualifikasi pada saat penetapan calon beberapa hari yang lalu untuk melaporkan pencoretannya untuk mendapatkan kepastian hukum dan hal itu dibenarkan undang undang.

“Ada waktu tiga hari untuk melaporkan pencoretan karena dianggap tidak memenuhi syarat oleh KPU. Setelah itu ada 12 hari untuk dilakukan sidang guna memutuskan sah dan tidaknya pencoretan,” bebernya.

Di Jawa Tengah terdapat tiga pasangan calon yang diputuskan tidak memenuhi syarat dan didiskualifikasi dari pencalonan. Ketiga pasangan tersebut adalah Sudjaka Martana- Fauzi Umar Lahji  dari jalur perseorangan di Kota Pekalongan, pasangan calon persorangan Cahyo Sumarso – M. Yakni Anwar di Boyolali, dan Suhardjarno-Sunardi dari Klaten yang diusung oleh PKS, Gerindra, dan Hanura. (BJ13)