Home Headline Bawaslu Kota Semarang Gandeng 11 Perguruan Tinggi Awasi Proses Pemilukada 2020

Bawaslu Kota Semarang Gandeng 11 Perguruan Tinggi Awasi Proses Pemilukada 2020

358
Bawaslu Kota Semarang Gandeng 11 Perguruan Tinggi Awasi Proses Pemilukada 2020

SEMARANG, 28/8 (BeritaJateng.net) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang menjalin kerja sama dengan fakultas hukum dan fakultas ilmu sosial dan politik perguruan tinggi yang ada di Kota Semarang guna menyongsong gelaran pesta demokrasi 9 Desember mendatang.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan antara Bawaslu dan 10 fakultas hukum serta satu fakultas ilmu sosial dan politik di Patra Semarang Hotel, Kamis (27/8/2020).

Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin mengatakan, melalui kerja sama ini, Bawaslu Kota Semarang ingin pihak kampus dapat turut melakukan pengawasan partisipatif mengingat sumber daya manusia dan jangkauan pengawasan Bawaslu terberbatas.

“Bentuk kerjasama nanti terkait pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat dan mahasiswa khususnya di BEM. Kami Kerahkan menjadi pengawas partisipatif yang sifatnya volunteer,” jelas Amin.

Amin melanjutkan, mahasiswa juga turut melakukan pengawasan pada konten-konten media peserta Pilkada. Pihaknya juga siap memberikan sosialisasi kepada mahasiswa dan perguruan tinggi terkait pengawasan, penanganan pelanggaran, hingga penyelesaian sengketa. Diharapkan, mahasiswa nantinya dapat paham dan bisa mengimplementasikan selama tahapan Pilkada berlangsung.

Bawaslu juga mengharapkan partisipasi mahasiawa untuk melakukan pengawasan di konten media sosial para peserta Pilkada.

“Kami akan mengundang dan siap diundang apabila kampus menyelenggarakan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat terkait pengawasan.
Kedepan, kami harap pengawasan milik masyarakat bukan hanya lembaga,” tuturnya.

Sementara, Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Abdul Haris, turut hadir dalam penandatanganan tersebut mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Haris mengapresiasi upaya Bawaslu menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Semarang.

“Kerja sama ini semakin memantapkaj komitmen kita untuk mewujudkan pemilihan yang luberjurdil. Saya harap ini tidak hanya formalitas tapi ada tindakan konkritnya,” tegasnya.

Menurutnya, kesuksesan pesta demokrasi saat ini bukan hanya bertolak ukur oada tingginya partisipasi pemilih, melainkan juga mengupayakan tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Maka, protokol kesehatan jadi kunci mulai dari tahapan pilkada hingga masyarakat datang ke TPS,” ucapnya. (Ak/El)