Home Headline Bawaslu Investigasi Pembakaran Bendera Parpol di Kendal

Bawaslu Investigasi Pembakaran Bendera Parpol di Kendal

953
0
Bawaslu Investigasi Pembakaran Bendera Parpol di Kendal
       KENDAL, 16/11 (BeritaJateng.net) – Bawaslu Kendal menginvestigasi pembakaran bendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan Cangkring-Srogo, Brangsong, Kendal.
       Setidaknya enam orang tim investigasi diterjunkan sebagai “detektif” untuk mengumpulkan bukti, saksi dan keterangan.
      Para “detektif” itu adalah Odilia Amy Wardayani, Arief Musthofifin dan Firman T.  Sudibyo dari Bawaslu Kendal. Dibantu tiga anggota Panwaslu Kecamatan Brangsong Afif Zahrodin, Iswahyudi dan Muh. Abdul Halim.
       “Telah diinformasikan kepada kami Rabu kemarin melalui pesan WA ada lima bendera PKS dibakar di atas bak sampah, rusak dan hilang di depan Griya Brangsong Asri,” kata Firman T. Sudibyo.
       Awalnya bendera itu dipasang salah seorang Caleg DPRD Kendal dari PKS dalam kondisi baik. Namun, Rabu siang diinformasikan sudah rusak, dibakar dan hilang.
       “Adalah tugas Bawaslu Kendal melakukan investigasi. Sesuai Pasal 102 kami punya tugas menginvestigasi informasi awal atas dugaan pelanggaran Pemilu,” sambung Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani.
       Odilia menyampaikan, pihaknya akan menyerahkan berita acara pleno hasil investigasi selambat-lambatnya tiga hari ke depan terhitung sejak timnya menerima laporan. Salinan hasil pleno investigasi akan disampaikan kepada pemberi informasi atau pelapor.
       “Insiden pembakaran bendera PKS ini dapat diduga sebagai tindak pidana Pemilu. Sesuai Pasal 280, yaitu, menghina calon dan/atau peserta Pemilu, atau merusak dan/atau menghilangkan alat perga kampanye,” lanjut Kordiv Hukum dan Data Informasi Arief Musthofifin.
       Terhadap dugaan pelanggaran tersebut, apabila terbukti bersalah, bisa dikenai sanksi penjara dan denda sejumlah uang.
       “Jika terbukti, pelakunya bisa diganjar Pasal 521, sanksi penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta,” terang anggota termuda Bawaslu Kendal ini.
       Sampai saat ini “detektif” Bawaslu Kendal masih bekerja mengumpulkan bukti dan saksi. Belum bisa ditentukan siapa pelakunya. “Semoga waktu dekat ada titik terang,” tutup Arief. (El)