Home Headline Bawa Pil Koplo, Pemuda Dibekuk Polisi

Bawa Pil Koplo, Pemuda Dibekuk Polisi

pil koplo (1)

Semarang, 23/10 (BeritaJateng.net) – Seorang pemuda bernama Aggitya Romadhon Hendrik, warga Jalan Beringin RT 01 RW 06 Ngaliyan, Kota Semarang terpaksa harus diamankan Polisi. Pemuda berumur 19 tahun itu kedapatan membawa 680 butir pil koplo jenis Trihex yang disimpan dalam jok motor.

Anggitya dipergoki anggota Sat Lantas Kepolisian Sektor Ngaliyan Semarang saat menggelar operasi zebra candi 2015, di Jalan Prof. Hamka Semarang, Jumat (23/10) pagi.

Awalnya, pelaku hendak pulang menuju rumah setelah membeli pil itu dari sebuah apotik. Sesampainya di Jalan Prof Hamka pelaku dihentikan oleh Polisi, karena disaat yang sama aparat Polsek Ngaliyan Semarang sedang melakukan razia dalam rangka operasi zebra candi 2015.

Saat diminta petugas untuk menunjukkan surat-surat resmi, pelaku ini justru kabur. Petugas tak tinggal diam, setelah dilakukan pengejaran dan berhasil ditangkap, kemudian petugas menggeledah barang bawaan pelaku.

Benar saja, Polisi mendapati dua butir pil Trihex yang disimpan dalam saku celana pelaku dan 680 butir disembunyikan dalam jok motor. Pil tersebut dikemas dalam beberapa plastik kecil berwarna putih.

Dihadapan petugas, pelaku mengaku sebagai pengedar. Pil koplo tersebut rencananya akan diedarkan di sejumlah wilayah yang ada di Kendal. Dikatakan pelaku, ia membeli pil itu kepada seseorang yang bernama Anton yang tak lain pemilik dari sebuah apotik tempat pelaku membeli.

pil koplo (2)

Menurutnya, setiap box pil trihex yang dijualnya, ia sanggup meraup keuntungan hingga Rp. 40 Ribu.

“Sudah kurang lebih setahun ini saya sebagai penjual. Saat itu saya beli 600 butir dari Anton, dapat bonus 80 butir. Rencananya mau tak bawa ke Kendal, soale udah ada pesanan disana. Seminggu dua kali ambil, tiap ambil sampai 6 box,” akunya.

Dengan tangan diborgol, Anggitya menceritakan alasan dirinya melarikan diri saat dihentikan Polisi.

“Saya dari bawah, usai membeli pil itu saya mau pulang rumah, trus saya mau dipinggirkan pak Polisi. Karena saya ndak bawa SIM sama STNK takut jadine. Saya coba lari tapi malah jatuh,” ujarnya.

Untuk proses hukum lebih lanjut, pelaku digelandang ke Mapolsek Ngaliyan Semarang bersama barang bukti berupa pil koplo jenis Trihex sebanyak 688 butir dan sebuah sepeda motor jenis Yamaha Vega ZR yang digunakan pelaku. Kasus ini kini tengah ditangani oleh aparat Polsek Ngaliyan Semarang.

Sementara itu, Kapolsek Ngaliyan Semarang, Kompol Bero Supriyatin ketika ditemui sejumlah wartawan mengatakan sebelum tertangkapnya pelaku ini, pihaknya sudah mendapat informasi mengenai keberadaan pelaku.

“Operasi Zebra Candi 2015 yang kami gelar di Jalan Prof Hamka ini sebenarnya fokus pada pelanggaran melawan arus sama helm. Karena di tempat itu masih banyak pelanggaran-pelanggran lalu lintas seperti tidak mau mengenakan helm. Hal ini tentu sangat membahayakan keselamatan, baik diri sendiri maupun pengendara yang lain,” tandas Kapolsek. (BJT02)