Home Headline Bawa Pil Ekstasi Asal Belanda, Mahasiswa Semarang Di Ciduk BNNP Jateng

Bawa Pil Ekstasi Asal Belanda, Mahasiswa Semarang Di Ciduk BNNP Jateng

153
0
Bawa Pil Ekstasi Asal Belanda, Mahasiswa Semarang Di Ciduk BNNP Jateng
        Semarang, 4/4 (BeritaJateng.net) – Salah seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Semarang, Jawa Tengah berinisial CP (22) diciduk tim Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Tengah. CP diamankan atas dugaan kepemilikan 9 butir pil ekstasi jenis MDMA ekstasi dari Belanda.
        Kepala BNNP Jawa Tengah Brigadir Jenderal Tri Agus Heru menjelaskan, CP ditangkap saat berada di sebuah kedai di wilayah Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Setelah digeledah, tas yang digunakan CP ditemukan satu buah amplop berisi plastik.
        “Saat dilakukan penggeledahan di dalam plastik terdapat 9 butir narkotika jenis ekstasi,” ujar Kepala BNNP Jawa Tengah Brigadir Jenderal Tri Agus Heru saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng, Rabu (4/4).
        Dari pemeriksaan petugas BNNP Jateng,  CP mendapatkan ekstasi dari belanda melalui pemesanan secara onlin, Drack web. Mahasiswa semester akhir Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan membeli 9 butir pil ekstasi seharga Rp. 800.000.
        Setelah membayar, pengiriman ekstasi itu kemudian dikirim melalui jasa ekspedisi. Tersangka sudah 2 kali melakukan transaksi pembelian ekstasi melalui bitcoin.
        “Yang pertama pada bulan Desember 2017 sebanyak 2 butir ekstasi yang kedua pada bulan Maret sebanyak 9 butir ekstasi danberhasil kita ungkap,” tambahnya.
         Temuan itu kemudian terbongkar berkat komunikasi dengan pihak Bea Cukai Tanjung Emas Semarang. “Paket dari Belanda itu dikirim lewat jasa pos,” katanya.
         Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas, Tjerja Karja Adi Mengakui bahwa pada transaksi pertama berhasil lolos dari pemeriksaan. Tjerjta menjelaskan pada saat itu pihaknya banyak surat pos dari luar yang masuk di Kantor Bea dan Cukai.
        “Kita telusuri lebih lanjut ternyata transaksi pertama dan kedua tidak tertera nama pengirim. Asal pengirim juga sama dari Belanda. Setelah diselidiki ternyata ada transaksi narkoba pada surat pos yang menggunakan Kantor Pos,” ujarnya.
         Selain CP, petugas BNN juga menangkap seorang pengedar narkotika jenis sabu seberat 5 gram. Dari penangkapan itu, tim mengamankan seorang inisial S alias Pleweh (41), warga Kelurahan Bonorejo, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Dua orang tersebut saat ini masih ditahan sementara di rumah tahanan milik. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika dan Pasal 132 ayat (1) UU yang sama. (Nh/El)