Home Kesehatan Basarnas Latih Jungle Rescue SAR Purbalingga

Basarnas Latih Jungle Rescue SAR Purbalingga

577
0
Basarnas Latih Jungle Rescue SAR Purbalingga

Purbalingga, 9/5 (BeritaJateng.net) – Kantor Pencarian dan Pertolongan  (Basarnas) Semarang menggelar pelatihan Jungle Rescue bagi Potensi SAR yang ada di wilayah Purbalingga dan sekitarnya. Pelatihan tersebut berlangsung selama 4 hari, dari tanggal 7 hingga 10 Mei 2018 bertempat di desa Serang, Karangreja, Purbalingga.

Adapun materi yang diberikan pada 68 peserta dari 29 organisasi berpotensi SAR tersebut antara lain Pengantar MFR, Perawatan Darurat, Fraktur, BHD & RJP, Pencarian di darat dan ESSAR, Survival, PPPM, Teknik Evakuasi, Navigasi Darat dan GPS.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Noer Isrodin Muchlisin mengungkapkan tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan potensi SAR wilayah Purbalingga dan sekitarnya untuk mengantisipasi terjadinya musibah.

“Kegiatan ini untuk membekali Potensi SAR kemampuan teknik pencarian, pertolongan dan evakuasi korban di gunung dan hutan untuk dapat diterapkan dalam penanganan kecelakaan, Bencana, dan kondisi membahayakan manusia secara tepat dan cepat,” ungkap Noer Isrodin dalam keterangannya.

Sementara itu, dalam sambutannya saat upacara pembukaan, Bupati Purbalingga menyambut baik dipilihnya Purbalingga menjadi tempat pelatihan tersebut.

“Dalam konteks kebencanaan, kabupaten  Purbalingga boleh dikatakan daerah yang banyak bencananya, seperti longsor, gunung longsor, banjir, angin puting beliung dan lain sebagainya.Terlebih akan beroperasinya bandara Jendral Sudirman sebagai bandara komersial, tentunya potensi musibah akan bertambah, walaupun hal itu tidak kita inginkan,” ujar Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh asisten 1.

Menurut Bupati Purbalingga, Keberadaan SAR sangat dibutuhkan, apalagi dengan adanya UU RI No. 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, menjadikan tugas tugas SAR menjadi lebih terperinci dan jelas. Sehingga bila ada peristiwa yang mengancam kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam maupun non alam, maka SAR akan dengan cepatlah melaksanakan tindakan.

Bupati juga berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk penanganan bencana. “Melalui momentum kegiatan ini marilah kita tingkatkan kerja cerdas kerja keras dan kerja ikhlas untuk terus meningkatkan kualitas penyelanggaraan penanggulangan bencana,” tutup Bupati. (El)