Home Nasional Basarnas : Evakuasi AirAsia Terganggu Hingga 4 Januari

Basarnas : Evakuasi AirAsia Terganggu Hingga 4 Januari

289

Jakarta, 1/1 (Beritajateng.net) – Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo mengatakan evakuasi korban dan objek pesawat AirAsia QZ 8501 akan terganggu secara signifikan karena gelombang air laut tinggi hingga 4 Januari 2015.

“Tim gabungan akan berhadapan dengan kendala utama cuaca yang mengganggu proses evakuasi sampai 4 Januari. Tinggi gelombang ada di kisaran 3-4 meter,” kata Bambang di kantornya, Jakarta, Kamis.

Ramalan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gelombang tinggi masih dan akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan di sekitar area operasi evakuasi korban dan objek pesawat AirAsia QZ 8501.

Kendati demikian, dia menampik anggapan proses evakuasi akan dihentikan begitu saja. Faktor cuaca dikatakannya memperlambat gerak tim evakuasi gabungan. Salah satu contohnya adalah penundaan pengangkutan satu jenazah ditemukan yang sementara tidak dibawa ke Pangkalan Bun tapi ditinggal sementara di KRI Yos Sudarso.

Pencarian korban dan objek pesawat AirAsia itu sendiri pada Kamis memfokuskan pada area seluas 13.500 kilometer persegi di kawasan Selat Karimata yang dekat dengan Pangkalan Bun.

Sebanyak 19 kapal gabungan dikerahkan diantaranya dari Indonesia dan juga bantuan Malaysia, Singapura dan Amerika Serikat.

Tim gabungan juga mengerahkan armada udara sembilan pesawat terdiri dari empat helikopter dan lima pesawat “fix wing”.

Evakuasi pada Kamis menemukan objek nonjenazah, yaitu dua tas hitam dan satu koper abu-abu.

Sementara itu, untuk jenazah ditemukan tiga perempuan sehingga total temuan korban sebanyak sembilan jenazah. Enam sudah dikirim ke Surabaya, dua masih di Pangkalan Bun dan satu di KRI Yos Sudarso. (Ant/BJ)