Home Headline Baru Soft Launching, Pasar Semarangan Tinjomoyo Ramai Diserbu Pengunjung

Baru Soft Launching, Pasar Semarangan Tinjomoyo Ramai Diserbu Pengunjung

671
0
Plh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mencoba transaksi digital di Pasar Semarangan Tinjomoyo.
***Jadi Percontohan Digital Market Pertama Di Indonesia
       SEMARANG, 17/3 (BeritaJateng.net) – Revitalisasi kawasan Hutan Tinjomoyo Semarang yang digagas oleh Pemerintah Kota Semarang dan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jateng, dengan membuat Pasar Semarangan nampaknya disambut antusias oleh wisatawan. Terbukti pada Soft Launching yang Sabtu (17/3) petang, antusiasme masyarakat tidak surut untuk datang, walaupun harus disambut dengan hujan gerimis.
      Panitia acara Pasar Semarangan Tinjomoyo, Mei Kristanti mengatakan jika pihaknya sengaja membuat kawasan Tinjomoyo menjadi lebih hidup dan menarik dengan membuat beberapa stand kuliner, kesenian dan kerajinan dari kelompok sadar wisata Kota Semarang, yang dibuat mirip pasar tradisional. Bedanya adalah semua transaksi di pasar Semarangan Tinjomoyo dilakukan cashless atau non tunai.
      “Konsepnya pasar namun digital, langkah ini untuk mendukung 100 destinasi wisata digital yang dicanangkan oleh Kementrian Pariwisata,” katanya.
       Pasar Semarangan Tinjomoyo sendiri saat ini akan dibuka setiap Sabtu mulai dari jam 15.00- 21.00 malam, aneka kuliner khas Semarangan misalnya Sego Kethek, Sego Jantung, Sego Ambeng dan yang lainnya pun sengaja disetting khas pedesaan, dengan suasana, asik, nyaman namun dengan harga yang murah. “Harapannya tentu Tinjomoyo yang dulu melegenda ini bisa terangkat kembali, dan menjadi obyek wisata andalan di Jateng,” ucapnya.
Meriahnya pasar Semarangan Tinjomoyo.

Melihat antusiasme pengunjung yang datang, setiap harinya ia menargetkan mininal transaksi sebesar Rp 50 juta rupiah. Kedepan akses pengunjung akan dipermudah dengan adanya bus rapit transit dan shuttle bus yang disediakan gratis untuk wisatawan yang datang. “Kami terus bersinergi dengan Pemerintah Kota agar bisa tergarap lebih maksimal lagi dan menggerakkan perkonomian penggiat wisata yang ada di Semarang,” tuturnya.

      Hal yang sama diutarakan Plh. Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau Pasar Semarangan Tinjomoyo, Sabtu (16/3) malam.
       Menurutnya, meskipun hujan, antusias masyarakat untuk datang ke Pasar Semarangan Tinjomoyo dan menikmati wisata kuliner di hutan kota sangat tinggi. “Ternyata sangat luar biasa. Tadi siang banyak orang sudah berduyun-duyun kesini, bahkan pukul 19.00 WIB ternyata makanan sudah banyak yang habis,” kata Ita sapaan akrab Hevearita.
     Aneka kuliner unik dan khas Semarang, lanjut Ita, menjadi daya tarik wisatawan mengunjungi pasar Semarang. “Kuliner yang ada disini jarang bisa ditemukan diluaran, seperti nasi kethek, nasi lunyu, nasi tedun, sate kremos dan lain sebagainya. Tempat ini juga sudah di ubah sedemikian rupa indahnya sehingga jadi daya tarik tersendiri,” imbuhnya.
       Tak hanya itu, kata Ita, Pasar Semarangan Tinjomoyo juga diklaim sebagai pasar digital pertama di Indonesia yang bernuansa alam.
        “Ini (Pasar Semarangan Tinjomoyo, Red) akan jadi percontohan digital market pertama di Indonesia. Nantinya selain di Tinjomoyo, ada juga Festival Oudestaat yang bernuansa heritage dan Pasar Bulu merupakan urban market yang modern yang akan menggunakan konsep digital market juga,” terangnya. (El)