Home Kesehatan Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penjualan Ginjal Beromzet Miliaran Rupiah     

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penjualan Ginjal Beromzet Miliaran Rupiah     

 

Jakarta, 29/1/16 (Beritajateng.net) -Bareskrim Polri bersama dengan Direktorat Pidana Umum Polda Jawa Barat mengungkap sindikat penjualan organ manusia dalam bentuk ginjal. Ada tiga tersangka yang ditangkap dan 15 korban yang berhasil diketahui sejauh ini.

Pelaku membanderol organ yang berfungsi menyaring darah itu kepada konsumen dengan harga antara Rp 225-300 juta dan hanya menyerahkan kepada korbannya sekitar Rp 75 juta. diperkirakan Sindikat ini telah meraup milyaran rupiah dari hasil menjual ginjal.

“Korbannya berasal dari Garut Selatan, Bandung Selatan, Soreang, dan beberapa tempat lain. Modus pelaku menjanjikan sejumlah uang kepada korbannya untuk mau menjual ginjalnya, “kata Kasubdit III Dir Tipidum Bareskrim Kombes Umar S Fana di Mabes Polri, Jumat(29/1/16).

Kasus ini bermula dari temuan adanya seorang tahanan Polres Garut, Jawa Barat berinisial HLL pada 2015 yang mengeluh kesakitan di bagian perutnya serta lemas dan menggigil kedinginan. Petugas yang merasa kasihan akhirnya membawa korban ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya. Hasilnya ternyata ditemukan adanya bekas operasi ginjal di tubuh HLL.

Merasa curiga, polisi pun menginterogasi HLL terkait adanya ketidakberesan di organ tubuh HLL yang ditahan atas kasus pencurian itu. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa HLL merupakan korban dari penjualan ginjal yang diduga dilakukan oleh tiga pelaku berinisial AG, DD dan HR. Dua nama pertama bertugas menjadi perekrut korban dan HR menjadi jembatan penghubung dengan rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sindikat ini telah menjalankan aksinya sejak tahun 2008. Sudah 15 korban berhasil dikelabui mereka dengan diambil ginjalnya. Korban yang diincar para pelaku yakni mereka yang berusia sekitar 20-30 tahun dimana biasanya profesi pekerjaannya yang membutuhkan tenaga ekstra seperti supir, petani, tukang ojek dan lainnya.

“Dari tangan ketiga pelaku polisi mendapati 2 buah telepon genggam, 1 buah buku tabungan atas nama HS, 1 buah ATM, 1 buah kartu kredit, 1 unit komputer, dokumen rekam medis, dan hasil CT Scan,” tukas Umar.(Bj50)