Home Headline Bapenda: Imbas Corona, Pendapatan Daerah Kota Semarang Merosot

Bapenda: Imbas Corona, Pendapatan Daerah Kota Semarang Merosot

251
Kepala Bapenda Kota Semarang, Agus Wuryanto.

SEMARANG, 23/3 (BeritaJateng.net – Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang terancam mengalami penurunan akibat dampak penyebaran virus corona.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Agus Wuryanto mengatakan, wabah yang bersifat global ini memang sangat menghantam sektor perekonomian. Setelah beberapa minggu ini virus corona mulai merebak di Kota Semarang.

Bapenda mulai melakukan penghitungan di lapangan seberapa besar dampak virus corona terhadap sektor pajak.

“Wabah yang bersifat global ini sebuah keadaan yang tidak kita harapkan dan tidak bisa diprediksi. Untuk pendapatan daerah nanti kemungkinan ada penurunan, ini sedang kami hitung di lapangan,” ungkap Agus, Senin.

Agus memaparkan, saat ini realisasi pajak daerah Kota Semarang sudah mencapai 15 persen atau sekira Rp 200 miliar.

Itu merupakan realisasi pajak mulai Januari hingga awal Maret 2020.

Pendapatan Januari hingga awal Maret ini memang cenderung masih stabil.

Namun, saat wabah corona merebak pertengahan Maret mulai diprediksi terjadi penurunan beberapa sektor pajak antara lain pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir.

Hal ini lantaran tingkat kunjungan wisata ke Kota Semarang semakin menurun.

Saat ini, dia belum dapat menyebutkan angka pasti berapa besar penurunan pajak di beberapa sektor pajak itu.

Hanya saja, berdasarkan data yang didapatkan, terjadi penurunan okupansi hotel. Biasanya, okupansi hotel di Kota Lunpia minimal 60 persen.

Akibat isu virus corona kini merosot menjadi sekitar 20 persen. Tentu, ini akan sangat mempengaruhi PAD Kota Semarang.

“Nanti awal April akan terlihat seberapa besar penurunannya karena pembayaran pajak kami hitung per bulan,” tambahnya.

Meski demikian, kata Agus, ada beberapa sektor pajak yang tidak terpengaruh adanya isu corona, yakni Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Sejauh ini pendapatan dua sektor pajak tersebut masih normal.

“Alhamdulillah dua sektor itu tidak terdampak karena itu pajak objektif. Mudah-mudahan kedepan ini tidak terjadi penurunan,” ungkapnya. (El)