Home News Update Banyak PHK dan Pengangguran, Sigit Ajak Masyarakat Berwirausaha

Banyak PHK dan Pengangguran, Sigit Ajak Masyarakat Berwirausaha

Semarang, 28/9 (BeritaJateng.net) – Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia menyebabkan banyak perusahaan harus merugi dan terpaksa menutup usahanya, akibatnya banyak PHK dan pengangguran di berbagai daerah. Hal ini pula yang dikeluhkan warga Petompon Semarang saat sosialisasi pasangan calon Wali kota dan wakil wali kota Semarang Sigit Ibnugroho bersama Agus Sutyoso “SibAgus” di Jalan Taman Kelud Selatan, Petompon Semarang.

Ketua RW 05 Petompon, Untung mengatakan banyak anak-anak muda dan pekerja di kelurahan Petompon yang terkena imbas krisis ekonomi dan akhirnya dirumahkan.

“Apabila nantinya menjabat, kami berharap ada pengentasan pengangguran, banyak anak-anak muda yang menganggur, sehingga kami minta agar diadakan pelatihan ketrampilan, sehingga masyarakat bisa berwirausaha dan menyerap tenaga kerja,” ujar Untung.

Untung mengaku selama ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah terkait pengentasan pengangguran. “Kami juga tidak mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan baik Pegawai Negeri Sipil maupun lowongan lain. Selama ini kami harus aktif mencari lowongan kerja sendiri tanpa mendapat info dari pemkot Semarang,” ujar Untung.

Menanggapi hal tersebut, calon wali kota Semarang Sigit Ibnugroho Saraspono mengatakan, mainset masyarakat untuk menggantungkan cita-citanya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus diubah. “Kita tanamkan mainset untuk berwirausaha, jadi tidak berpatokan jadi PNS saja,” ungkap Pengusaha muda ini.

Jika nanti terpilih, Sigit akan membuka transparansi sistem, termasuk saat seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil. “Kami akan berjalan secara transparan, tidak akan ada korupsi, kolusi dan nepotisme. Tidak akan ada titip-titipan calon PNS, tidak ada jual beli pangkat semua harus sesuai prosedur,” terang Sigit.

Sigit menceritakan sedikit pengalamannya menjadi pengusaha sukses. “Tahun 2004 lalu saya berkeinginan keluar dari PNS pajak namun tidak disetujui Kakanwil Pajak. Kemudian pada tahun 2009 saya mengajukan pengunduran diri ke Kakanwil pajak kembali, dan akhirnya disetujui pengunduran diri saya secara terhormat dengan syarat tanpa pensiun. Saya ndak masalah, karena saya sedari dulu memang ingin berwirausaha, sehingga keluarnya saya dari PNS justru mengubah hidup saya kearaha lebih baik,” terangnya.

Berkaitan dengan sempitnya lapangan pekerjaan, Sigit mengajak masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja sendiri, dengan berwirausaha.

Menurutnya, angka pengangguran berdasarkan data statistik di kota Semarang mencapai 8,9 persen, padahal idealnya angka prngangguran di suatu daerah hanya 4,1 persen. Sudah ada seribu lebih pekerja yang di PHK. “Nah inilah yang akan kami pikirkan jika nantinya terpilih menjadi kepala daerah,” imbuh Sigit. (Bj)