Home Lintas Jateng Banyak Persoalan Membelit Nelayan, HNSI Gelar Rakorda

Banyak Persoalan Membelit Nelayan, HNSI Gelar Rakorda

Demo nelayan

Semarang, 17/2 (BeritaJateng.net) – Banyaknya persoalan yang membelit kehidupan nelayan saat ini membuat organisasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah kebanjiran keluhan.

Guna mengurai masalah masalah tersebut, rencananya akan digelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda). 

Rakorda ini diharapkan akan menghasilkan rekomendasi yang dapat mengatasi problematika kehidupan nelayan.

“Rakorda akan kami selenggarakan tanggal 23 sampai 24 Pebruari besok di Semarang,” ungkap Ketua DPD HNSI Jawa Tengah Djoemali, saat dihubungi di kantornya Jalan Suratmo Semarang, Selasa (17/2).

Djoemali menjelaskan, persoalan yang saat ini dihadapi nelayan seperti munculnya Permen yang diterbitkan Menteri Susi No 1 dan 2 Tahun 2015 yang sangat memberatkan nelayan.

Permen No 1 yang mengatur tentang penangkapan Rajungan, Kepiting dan Lobster bertelur yang harus dilepaskan kembali oleh nelayan dinilai sangat merugikan.

“Kami mengharapkan agar pemerintah daerah baik kabupaten/kota maupun provinsi dan pemerintah pusat bisa membeli komoditas yang dilarang ditangkap tersebut. Kalau hasil laut tersebut yang didapat nelayan dan harus dilepas, berapa kerugian yang didapat nelayan?,” jelasnya.

Belum lagi terbitnya Permen Nomer 2 yang berimbas bagi nelayan  cantrang. Pemerintah harus mencari solusi yang bijak bagi kelangsungan hidup nelayan dan keluarganya.

Menurut Djoemali, selain mencari solusi atas keluarnya dua permen tersebut, HNSI Jateng juga mengharapkan agar penerapan permen tersebut ditunda terlebih dahulu agar nelayan memiliki waktu untuk menyesuaikan.

“Bagi nelayan yang hanya memiliki alat tangkap Pukat Hela dan Pukat Tarik seperti yang dilarang dalam permen tersebut bisa menyiapkan alat tangkap lainnya. Kalau mendadak seperti ini kan kasihan nelayan,” jelasnya.

Selain kedua permen tersebut, persoalan persoalan yang dihadapi nelayan seperti pembatasan BBM dan pemerasan terhadap nelayan Rembang dan Pati yang dilakukan oleh nelayan di daerah Madura juga menjadi bahan yang akan dibahas dalam rakorda.

“Nelayan Jawa Tengah banyak yang ditangkap oleh nelayan dari Madura karena menangkap ikan di daerah yang dianggap milik nelayan Madura. Mereka didenda hampir Rp. 100 juta atau kalau menolak akan dibakar kapalnya. Hal seperti ini harus dilindungi, kasihan mereka,” tegasnya.

Rakorda HNSI Jateng rencananya akan dibuka oleh Gubernur Ganjar Pranowo dan akan diikuti oleh pengurus HNSI se Jawa Tengah dan dihadiri oleh Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Rochmin Dahuri, Staf Ahli Menteri Perikanan dan Kelautan serta Akademisi dari Undip Semarang. (BJ13)